PALU, – Politikus Sulawesi Tengah Ahmad Ali mendeklarasikan kembali Ahmad Ali Center (AAC) Sulawesi Tengah sebagai organisasi yang difokuskan pada kegiatan sosial dan kemanusiaan. Organisasi yang pertama kali dibentuk pada 2018 sebagai wadah relawan politik itu kini diarahkan menjadi lembaga yang bergerak membantu masyarakat tanpa terikat kepentingan politik praktis.
Dalam sambutannya pada acara deklarasi yang dihadiri perwakilan Forkopimda, KPU, Bawaslu, tokoh masyarakat, serta para relawan, Ahmad Ali mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, AAC lahir pada 2018 sebagai wadah relawan yang mendukung perjalanan politiknya. Namun, seiring perkembangan waktu, organisasi tersebut ingin dibangun kembali dengan orientasi yang lebih luas.
“Saya ingin melembagakan AAC secara hukum agar tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang lahir untuk kepentingan politik, tetapi menjadi wadah perjuangan kemanusiaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Ahmad Ali.
Menurutnya, berbagai spekulasi yang menyebut pembentukan kembali AAC berkaitan dengan agenda politik tertentu merupakan hal yang wajar. Namun ia menegaskan bahwa tujuan utama organisasi tersebut adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Banyak yang bertanya mengapa AAC dibentuk kembali. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan kepentingan politik tertentu. Saya pastikan, tujuan utama kami adalah menghadirkan aksi-aksi kemanusiaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ahmad Ali mengatakan, aktivitasnya yang kini lebih banyak berada di luar daerah membuatnya membutuhkan wadah yang tetap mampu menjalankan kegiatan sosial secara berkesinambungan di Sulawesi Tengah.
Karena itu, ia menargetkan AAC dapat melaksanakan program sosial secara rutin, sedikitnya sekali dalam tiga bulan, dengan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“AAC tidak boleh hanya aktif ketika ada momentum politik. Saya ingin organisasi ini hadir secara konsisten di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali juga mengajak seluruh relawan menjadi mata dan telinga organisasi dengan peka terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Ia mengingatkan agar seluruh pengurus dan relawan menjadikan nilai kemanfaatan bagi sesama sebagai semangat utama perjuangan.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Itu yang harus menjadi pegangan kita bersama,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ali mengungkapkan rencananya untuk memperkuat legalitas organisasi melalui pembentukan yayasan atau badan hukum lainnya agar program-program sosial dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa AAC terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari berbagai latar belakang maupun partai politik. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menghalangi semangat untuk bersama-sama mengabdi kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, Ahmad Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang selama ini tetap setia mendampingi perjalanan AAC sejak awal berdiri. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga sehingga organisasi dapat menjadi mitra masyarakat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.(*)