PALU, – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di Kota Palu hingga Juli 2026 dalam kondisi aman. Penyaluran melalui agen dan pangkalan resmi terus berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
Sales PT Pertamina Patra Niaga, Gidan Rasendrianto, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok LPG subsidi di pangkalan resmi masih tersedia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, stok LPG subsidi 3 kilogram di pangkalan resmi masih tersedia. Masyarakat dapat melakukan pembelian sesuai kebutuhan,” ujar Gidan.
Dari sisi ekonomi, stabilitas pasokan LPG subsidi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha mikro yang bergantung pada energi bersubsidi. Di Sulawesi Tengah, pemerintah sebelumnya menetapkan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram. Untuk wilayah dengan jarak distribusi 0–60 kilometer, HET ditetapkan sebesar Rp20.000 per tabung, naik dari harga sebelumnya sekitar Rp18.000 per tabung. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan biaya distribusi serta kondisi geografis wilayah.
Meski terjadi penyesuaian HET, Pertamina menegaskan masyarakat yang membeli LPG di pangkalan resmi tetap memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membeli LPG subsidi di luar pangkalan resmi dengan harga yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus mengupayakan penambahan alokasi LPG subsidi pada 2026 seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Usulan penambahan kuota telah disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai langkah mengantisipasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha mikro di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Secara nasional, pemerintah menetapkan kuota LPG subsidi 3 kilogram tahun 2026 sebesar 8 juta metrik ton yang didistribusikan ke seluruh daerah berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Penetapan kuota tersebut mempertimbangkan usulan pemerintah daerah, tingkat konsumsi, serta evaluasi penyaluran pada tahun sebelumnya. Hingga saat ini, besaran alokasi kuota khusus untuk Provinsi Sulawesi Tengah belum dipublikasikan secara resmi oleh pemerintah.
Selain memastikan stok tetap tersedia, Pertamina Patra Niaga juga memperketat pengawasan distribusi bersama agen dan pangkalan agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan mencegah penyalahgunaan distribusi.
Pada sejumlah momentum meningkatnya konsumsi energi sepanjang 2026, Pertamina juga menambah pasokan LPG subsidi di wilayah Sulawesi. Khusus Sulawesi Tengah, tambahan fakultatif sebanyak 38.207 tabung LPG 3 kilogram telah disalurkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat pada periode libur panjang dan hari besar keagamaan.
Menurut Gidan, koordinasi dengan pemerintah daerah, agen, dan pangkalan resmi terus dilakukan agar distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen.
“Kami mengimbau masyarakat membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan dan menggunakannya sesuai peruntukan. Pertamina bersama para pemangku kepentingan terus berkoordinasi agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan bahwa LPG subsidi 3 kilogram diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro. Dengan pasokan yang dipastikan aman, pengawasan distribusi yang diperkuat, serta dukungan pemerintah dalam mengusulkan penambahan kuota, diharapkan kebutuhan energi masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah tetap terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.(*)