Anwar Hafid Siapkan Langkah Besar Dongkrak Produksi Padi Sulteng

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Jul 2026 03:39 81 inipalu

SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya mempercepat modernisasi sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat peran Sulawesi Tengah sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Anwar Hafid mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama Sulawesi Tengah yang harus dikembangkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, program Berani Panen Raya yang masuk dalam RPJMD menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Kita harus memikirkan bersama bagaimana rakyat Sulawesi Tengah bisa semakin sejahtera melalui sektor pertanian. Pertanian adalah kekuatan besar yang kita miliki,” ujar Anwar Hafid.

Ia menjelaskan, produktivitas padi di Sulawesi Tengah saat ini masih berada di kisaran 4 ton per hektare. Pemerintah Provinsi menargetkan peningkatan menjadi rata-rata 6 ton per hektare pada 2027 melalui penerapan pertanian modern dan penguatan pendampingan kepada petani.

“Kalau pemerintah pusat berbicara target 10 ton per hektare, maka semangat Berani Panen Raya adalah mendorong produktivitas petani kita terus meningkat. Yang penting kita bergerak menuju panen yang lebih besar dan petani yang lebih sejahtera,” tegasnya.

Gubernur juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak boleh terhambat oleh pembagian kewenangan, tetapi harus berorientasi pada penyelesaian kebutuhan petani di lapangan.

Selain itu, Anwar Hafid mendorong digitalisasi data pertanian agar seluruh informasi petani dan lahan dapat terintegrasi. Dengan data yang akurat, penyaluran bantuan pemerintah diharapkan lebih tepat sasaran, termasuk bagi petani penggarap yang selama ini belum banyak tersentuh program bantuan.

Menutup arahannya, Gubernur meminta hasil rapat koordinasi menjadi dasar penyusunan kebijakan pertanian yang sesuai kebutuhan daerah. Ia juga mengapresiasi peran para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak peningkatan produktivitas sektor pertanian di Sulawesi Tengah. (*)

LAINNYA