Aktivitas Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Palu Berlangsung Rutin, Masyarakat Beri Tanggapan Beragam

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 14:40 16 inipalu

PALU,- Keberadaan aliran keagamaan Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus menjadi perhatian masyarakat. Kelompok ini dikenal dengan tempat ibadahnya yang disebut Balai Kerajaan, yang difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan serta pengajaran Alkitab bagi para jemaat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas jemaat berlangsung secara rutin dan terstruktur. Kegiatan tersebut meliputi ibadah mingguan, diskusi kitab suci, hingga penyebaran ajaran dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh para anggota jemaat.

Seorang anggota jemaat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa seluruh aktivitas tersebut merupakan bagian dari komitmen mereka dalam menjalankan keyakinan.

“Kami hanya ingin menjalankan ibadah sesuai keyakinan kami. Semua dilakukan dengan damai dan menghormati masyarakat sekitar,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan jemaat lainnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Palu bukanlah hal baru dan selama ini mereka berupaya menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.

“Kami selalu mengedepankan sikap netral, tidak terlibat dalam politik, dan fokus pada ajaran Alkitab,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah, Darius Lapangoyu, turut memberikan keterangan terkait aktivitas jemaat di Palu. Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan berlandaskan prinsip damai dan menghormati hukum serta norma yang berlaku.

“Kami memastikan bahwa seluruh kegiatan jemaat berjalan secara tertib, damai, dan tetap menghormati masyarakat serta aturan yang berlaku di Kota Palu,” ungkap Darius.

Di sisi lain, tanggapan masyarakat terhadap keberadaan kelompok ini terbilang beragam. Sebagian warga mengaku tidak merasa terganggu selama aktivitas yang dilakukan tetap menjaga ketertiban dan menghormati lingkungan sekitar.

“Selama mereka tidak mengganggu dan tetap menghormati adat serta aturan yang ada, kami tidak mempermasalahkan,” ujar seorang warga setempat.

Namun demikian, ada pula masyarakat yang berharap adanya sosialisasi lebih lanjut terkait keberadaan dan aktivitas kelompok tersebut. Hal ini dinilai penting guna menghindari potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dengan berbagai dinamika yang ada, keberadaan Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Palu diharapkan tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai toleransi, keterbukaan, serta saling menghormati antarumat beragama.(*)

LAINNYA