PALU,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 sebagai bagian dari upaya kampanye antikorupsi melalui media kreatif. Memasuki tahun ke-12 pelaksanaannya, ACFFEST konsisten menjadikan film sebagai sarana edukasi publik yang efektif dan mudah diterima masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menuju Indonesia bebas korupsi pada tahun 2045. Korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga merusak mental, nilai, dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, berbagai pendekatan inovatif terus dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai integritas, khususnya kepada generasi muda.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK sekaligus Festival Director ACFFEST 2026, Amir Arief, menyampaikan bahwa kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, serta masyarakat umum yang memiliki minat di industri film.
“Film merupakan media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan dapat terserap dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Palu, Rabu (6/5).
Rangkaian ACFFEST Movie Day 2026 dilaksanakan di 12 provinsi yang mencakup 40 kota/kabupaten, yakni Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Riau, Maluku Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan DKI Jakarta.
Sulawesi Tengah menjadi provinsi ke-sembilan dalam rangkaian kegiatan ini. Di wilayah ini, acara diselenggarakan di tiga lokasi, yaitu Universitas Tadulako di Kota Palu (6 Mei), Desa Baluase, Kabupaten Sigi (9 Mei), dan Desa Balumpewa, Kabupaten Sigi (10 Mei).
Selama pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari pemutaran film pendek, diskusi bersama narasumber dari kalangan sineas, akademisi, dan penyuluh antikorupsi, hingga pertunjukan seni lokal, produksi konten, pentas teater, dan dialog publik.
Produser film Home Sweet Home, Ade Nuriadin, yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menyambut positif penyelenggaraan ACFFEST di Sulawesi Tengah. Menurutnya, film merupakan medium yang efektif untuk menyampaikan pesan kompleks secara sederhana dan mampu mendorong refleksi penonton, khususnya generasi muda.
“Melalui film, kesadaran kolektif dapat dibangun dan empati masyarakat dapat ditumbuhkan. Ini menjadi salah satu bentuk kontrol sosial terhadap perilaku koruptif,” ungkapnya.
Kompetisi Film Pendek Dorong Sineas Muda
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ACFFEST 2026 kembali menggelar kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga”. Kompetisi ini telah rutin diselenggarakan sejak 2013 dan menjadi wadah bagi sineas muda untuk berkarya sekaligus mengangkat isu antikorupsi dari berbagai perspektif.
Program Koordinator ACFFEST Movie Day 2026, Maha Raisha Diviana, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran, produksi, dan distribusi karya audiovisual.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan, khususnya kepada generasi muda sebagai agen perubahan,” jelasnya.
Kompetisi ini terbuka untuk umum, dengan kategori film pendek dan ide cerita film pendek fiksi berdurasi maksimal 15 menit. Pendaftaran dibuka sejak 1 April hingga 8 Mei 2026 untuk kategori ide cerita dan kompetisi utama, serta hingga 29 Mei 2026 untuk kategori lainnya.
Khusus di Sulawesi Tengah, lima proposal ide cerita terbaik akan memperoleh bantuan dana produksi sebesar Rp60 juta. Selain itu, peserta terpilih juga berkesempatan mengikuti Movie Camp dan mendapatkan pendampingan teknis dari mentor profesional.
Program Koordinator lainnya, Wina Cahtianing Rahayu, menambahkan bahwa peserta terpilih akan menjalani proses produksi selama dua bulan, yakni pada Juli hingga September 2026. Karya terbaik nantinya akan diputar dalam Malam Penganugerahan ACFFEST 2026 di Jakarta pada 25 November 2026, menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.
“Seluruh karya yang diikutsertakan harus mengangkat tema antikorupsi dengan menonjolkan nilai-nilai integritas,” pungkasnya.
Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan kegiatan ACFFEST 2026 dapat diakses melalui situs resmi dan media sosial KPK serta ACFFEST.(*)