Pascagempa Palu, Rektor Untad Minta Warga Kampus Tetap Tenang dan Waspada

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Jun 2026 13:19 16 inipalu

PALU, – Pascagempa bumi yang mengguncang Kota Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026), Universitas Tadulako (Untad) mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan serta ketenangan seluruh civitas akademika.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengeluarkan imbauan resmi yang meminta seluruh warga kampus untuk tetap tenang, tidak mudah panik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak lanjutan pascagempa.

Dalam pernyataannya, Prof. Amar menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu keresahan dan memperburuk situasi di tengah upaya pemulihan pascabencana.

“Penyebaran informasi yang tidak valid atau hoaks dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika diimbau untuk bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” ujar Prof. Amar.

Ia mengingatkan agar setiap informasi yang diterima dipastikan berasal dari sumber resmi dan kredibel sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain mengedepankan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, pihak universitas juga memfokuskan perhatian pada kondisi sarana dan prasarana kampus. Rektor menginstruksikan seluruh unit kerja, fakultas, lembaga, program studi, hingga warga kampus untuk segera melaporkan apabila menemukan kerusakan fisik maupun potensi bahaya di lingkungan Universitas Tadulako.

“Laporan kerusakan pada bangunan, fasilitas, maupun sarana dan prasarana dapat segera disampaikan kepada pimpinan unit masing-masing atau bagian terkait. Hal ini penting agar kami bisa langsung melakukan asesmen, penanganan, dan tindak lanjut yang diperlukan,” katanya.

Saat ini, Universitas Tadulako terus melakukan pemantauan kondisi kampus serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan lingkungan kampus tetap aman bagi seluruh civitas akademika.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan warga kampus sekaligus memastikan proses akademik dapat kembali berjalan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Di akhir imbauannya, Prof. Amar mengajak seluruh keluarga besar Universitas Tadulako untuk memperkuat solidaritas dan saling membantu dalam menghadapi kondisi pascagempa.

“Mari bersama-sama menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan, serta saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi kondisi ini,” tutupnya.

Untuk memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya, civitas akademika Untad diimbau untuk terus mengikuti perkembangan melalui kanal komunikasi resmi Universitas Tadulako.(*)

LAINNYA