PALU,- Pemerintah Kota Palu diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran menyusul tingginya kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini, terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.
Anggota Komisi B sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, mengatakan upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.
Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran sekaligus langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
โPemerintah harus terus memberikan peringatan dan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai penyebab serta bahaya kebakaran. Edukasi ini harus dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh stakeholder,โ kata Nurhalis.
Ia menyebut, keterlibatan aparatur hingga tingkat paling bawah sangat penting agar informasi mengenai pencegahan kebakaran dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Camat, lurah, RT/RW hingga unsur masyarakat dinilai perlu mengambil peran dalam membangun kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
Nurhalis juga mendorong agar penyampaian edukasi pencegahan kebakaran dapat memanfaatkan berbagai ruang sosial yang dekat dengan masyarakat, termasuk masjid dan rumah ibadah lainnya.
โKalau memungkinkan, imbauan dan edukasi juga disampaikan melalui masjid dan rumah-rumah ibadah lainnya. Dengan begitu, pesan kewaspadaan bisa lebih mudah menjangkau masyarakat,โ ujarnya.
Selain lingkungan masyarakat, perhatian khusus juga perlu diberikan kepada keluarga, terutama dalam pengawasan terhadap anak-anak. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak bermain atau menggunakan benda dan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran tanpa pengawasan.
Menurut Nurhalis, korek api, kompor, peralatan listrik maupun berbagai perangkat rumah tangga lainnya perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi sumber bahaya apabila digunakan secara tidak tepat.
โOrang tua harus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan korek api, kompor, alat-alat listrik dan peralatan rumah tangga lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran,โ katanya.
Di sisi lain, Nurhalis menilai persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah juga tidak boleh dipisahkan dari upaya pencegahan kebakaran di Kota Palu.
Ia meminta Pemerintah Kota Palu memperketat pengelolaan, penanganan dan penanggulangan sampah, terutama sampah yang menumpuk dan berserakan di lingkungan masyarakat.
Kondisi sampah yang kering, kata dia, dapat memperbesar risiko kebakaran dan mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran maupun sumber api lainnya di sekitar lokasi.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat kewilayahan, stakeholder terkait hingga masyarakat harus membangun kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
โPencegahan kebakaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kesiapsiagaan, edukasi, pengawasan dan pengelolaan lingkungan yang baik, kita bisa bersama-sama menekan risiko kebakaran di Kota Palu,โ pungkas Nurhalis.(*)