Reses H. Muchsin Ali di Belimbing II, Warga Sampaikan Aspirasi Jalan, UMKM dan Bantuan Sosial

waktu baca 6 menit
Selasa, 18 Agu 2026 06:23 24 𝗜𝗡𝗜𝗣𝗔𝗟𝗨

PALU,- Anggota DPRD Kota Palu dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi, H. Muchsin Ali, S.T., melaksanakan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) Catur Wulan II Masa Persidangan Tahun 2026, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Belimbing II, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, tersebut menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat dengan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan.

Reses tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni perwakilan Dinas Sosial Kota Palu, Azwar, perwakilan perangkat daerah yang membidangi UMKM, Diah Novita, serta RT Jonson yang turut menyampaikan kondisi dan aspirasi masyarakat di wilayahnya dan pendamping reses Moh. Afandi dan Suryani.

Berbagai persoalan yang mengemuka dalam dialog tersebut meliputi kondisi jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, pemberdayaan UMKM, bantuan kelompok masyarakat, hingga perhatian terhadap warga penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, H. Muchsin Ali mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap hadir meskipun kegiatan berlangsung hingga malam hari.

Ia mengatakan, selama periode kedua masa jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Palu, sejumlah aspirasi dan kebutuhan masyarakat telah diperjuangkan.

“Alhamdulillah, progres periode kedua saya ini sudah saya tunaikan. Jalan sudah rapi, sudah bersih. Lingkungan mohon dijaga dan dirawat,” ujar H. Muchsin Ali.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat tiga kelompok masyarakat yang telah mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah, tiga kelompok kemarin sudah dibantu. Insyaallah mudah-mudahan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan oleh dinas, ke depan bisa bertambah lagi,” katanya.

Menurutnya, program bantuan harus diberikan kepada kelompok yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi sesuai ketentuan pemerintah.

RT Jonson menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan kondisi masyarakat di wilayah lingkungan setempat.

Ia menyoroti kondisi sejumlah akses jalan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah. Menurutnya, jalan tersebut cukup banyak digunakan masyarakat sehingga kondisinya perlu diperbaiki untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

“Kadang ada yang naik motor bisa jatuh,” ungkap Jonson.

Selain jalan, ia juga menyampaikan persoalan drainase dan penerangan jalan yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian.

Menurut Jonson, persoalan infrastruktur lingkungan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang langsung dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada Pemerintah Kota Palu sehingga dapat masuk dalam prioritas pembangunan sesuai kemampuan dan ketentuan anggaran daerah.

Aspirasi mengenai perbaikan jalan juga disampaikan warga lainnya.

Warga mengapresiasi pembangunan Jalan Belimbing yang dinilai sudah semakin baik. Namun, mereka berharap kondisi serupa dapat diwujudkan di sejumlah jalan lingkungan lainnya.

Salah seorang warga mengusulkan perbaikan jalan di wilayah RT 3 dengan panjang kurang lebih 200 meter, mulai dari kawasan Mangga Tiga hingga jalan lorong dekat mushola.

“Kalau saya lihat di Jalan Belimbing, bagus sekali. Andai kata RT saya juga ada begitu, tentu masyarakat akan merasakan hal yang sama,” ujarnya.

Warga mengatakan, sebagian jalan sudah dalam kondisi baik, tetapi masih terdapat bagian yang berlubang dan ditumbuhi rumput.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, persoalan pemberdayaan UMKM juga menjadi perhatian.

Warga mengungkapkan adanya kelompok masyarakat, termasuk kelompok yang bergerak di bidang perbengkelan, yang sebelumnya telah mengajukan proposal bantuan.

Namun, hingga saat ini kelompok tersebut belum mendapatkan kepastian mengenai tindak lanjut proposal yang telah diajukan.

Diah Novita, selaku perwakilan perangkat daerah yang membidangi UMKM, hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Kehadirannya menjadi bagian penting dalam dialog karena masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai jalur, mekanisme dan persyaratan yang perlu dipenuhi untuk mengakses program pemberdayaan UMKM.

“Saya siap membuat proposalnya kembali dan mengajukannya melalui Pak Muchsin,” ujar warga.

H. Muchsin Ali kemudian menyampaikan bahwa pengajuan bantuan harus disesuaikan dengan kualifikasi dan ketentuan yang ditetapkan oleh perangkat daerah.

Ia berharap ke depan semakin banyak kelompok masyarakat yang dapat memperoleh manfaat dari program pemberdayaan ekonomi.

Persoalan sosial juga menjadi salah satu perhatian utama dalam reses tersebut.

Ketua RT 3, Syamsiah, menyampaikan bahwa terdapat lima warga penyandang disabilitas di wilayahnya yang belum memperoleh bantuan.

Menurutnya, warga tersebut sebelumnya telah masuk dalam pendataan, namun bantuan belum diterima.

“Ada lima orang disabilitas di warga saya. Data sudah pernah diambil, tetapi sampai sekarang belum ada bantuan,” ujarnya.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Azwar, selaku perwakilan Dinas Sosial Kota Palu yang hadir sebagai narasumber.

Aspirasi mengenai warga penyandang disabilitas tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi dan verifikasi lebih lanjut agar masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan sesuai program dan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran Azwar dalam forum tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan sosial yang mereka hadapi di tingkat lingkungan.

Menanggapi seluruh masukan masyarakat, H. Muchsin Ali menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tidak akan berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses.

“Usulan Bapak malam ini tidak saya taruh di kolom meja saya. Akan saya teruskan kepada pimpinan dan sampai kepada Pemerintah Kota Palu,” tegasnya.

Ia mengatakan, DPRD Kota Palu memiliki peran untuk membantu Pemerintah Kota Palu mengidentifikasi kebutuhan pembangunan di berbagai wilayah.

“Ini menyangkut Pemerintah Kota Palu juga untuk membangun kotanya sendiri. Kami dari DPRD juga membantu Pemerintah Kota Palu, di mana titik yang belum dibangun,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan jalan, drainase, penerangan, UMKM maupun pelayanan sosial harus dikoordinasikan dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan.

Dalam dialog tersebut, H. Muchsin Ali juga menyoroti pentingnya kehadiran unsur pemerintah tingkat kelurahan dan kecamatan dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kelurahan merupakan unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat sehingga perlu mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan.

“Saya akan menyampaikan kepada pimpinan bahwa kelurahan harus hadir. Bagaimanapun, harus dicari wakilnya supaya bapak dan ibu di sini benar-benar bisa didengarkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya mendengarkan keluhan warga, tetapi juga harus memberikan solusi.

“Jangan hanya mendengarkan, tetapi harus ada solusi,” tegasnya.

Pelaksanaan Reses Catur Wulan II Masa Persidangan Tahun 2026 tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah Dapil IV.

Aspirasi yang disampaikan warga menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi dan sosial.

Persoalan jalan dan drainase menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Sementara persoalan UMKM menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses program pemberdayaan ekonomi.

Di sisi lain, aspirasi mengenai lima warga penyandang disabilitas memperlihatkan pentingnya pelayanan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kehadiran Azwar dari Dinas Sosial, Diah Novita dari unsur perangkat daerah yang membidangi UMKM, serta RT Jonson sebagai representasi masyarakat di tingkat lingkungan memperkaya dialog dalam kegiatan reses tersebut.

H. Muchsin Ali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat di wilayah Dapil IV Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan di lingkungannya, sekaligus menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun.

“Tidak ada saling menyinggung. Insyaallah semua dengan keberkahan di bulan Maulid ini, keadaan kita semua baik dan berkah,” tuturnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, H. Muchsin Ali berharap komunikasi antara masyarakat, DPRD dan Pemerintah Kota Palu semakin kuat.

Berbagai aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan koordinasi dan perjuangan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan pembangunan di tingkat lingkungan dapat semakin merata.(*)

𝗜𝗡𝗜𝗣𝗔𝗟𝗨

🎙PODCAST

LAINNYA