Nurhalis Dengar Keluhan Warga soal Pasar hingga Bantuan Sosial

waktu baca 4 menit
Kamis, 20 Agu 2026 19:38 9 𝗔𝗡𝗗𝗥𝗘

PALU — Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menggelar penjaringan aspirasi masyarakat atau reses caturwulan II masa persidangan 2026 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi.

Kegiatan berlangsung di Jalan Ketimun, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis 20/8/26 malam. Puluhan warga, yang didominasi kaum ibu, antusias mengikuti reses dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Reses tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah instansi, yakni Kepala Bidang Perlindungan Sosial Masyarakat Dinas Sosial Kota Palu Farid Modjo, S.Pd., M.Kes., perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu Abdul Hafid, serta perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu Mohamad Fahrizal Taufik.

Mengawali kegiatan, Nurhalis mengajak seluruh warga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

“sebelum kita memulai kegiatan malam ini, marilah sama sama kita menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Karena kemerdekaan yang hari ini kita rasakan tidak mudah diraih. Ada air mata dan tetes darah dari para pahlawan,” ucapnya.

Dinas Koperasi Paparkan Layanan dan Bantuan UMKM

Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu, Abdul Hafid, menjelaskan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari kartu pencari kerja, koperasi, hubungan industrial hingga pemberdayaan UMKM.

“Untuk adik adik saya yang sudah tamat SMA, selesai kuliah dan akan melamar baik di instansi pemerintah maupun swasta, dibutuhkan persyaratan yang pertama adalah kartu pencari kerja. Cukup bawa KTP, ijazah terakhir insya Allah akan mendapatkan pelayanan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin membentuk koperasi dapat berkonsultasi langsung dengan dinas terkait. Sementara untuk persoalan hubungan industrial, masyarakat maupun pekerja dapat datang ke kantor apabila menghadapi masalah dengan perusahaan, termasuk keterlambatan pembayaran gaji.

Untuk sektor UMKM, Abdul Hafid menyebut terdapat bantuan modal sebesar Rp2 juta bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan. Di antaranya, usaha telah berjalan minimal enam bulan, memiliki KTP dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dinsos Siap Tindaklanjuti Persoalan Sosial

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Masyarakat Dinas Sosial Kota Palu, Farid Modjo, mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan persoalan sosial di lingkungannya.

“Kantor kami ada dijalan bantilan tidak susah dicari, jadi kalau ada persoalan yang menyangkut persoalan sosial, segera lapor ke dinas sosial. Kami akan segera turun menginfestigasi bahwa ada kejadian yang membutuhkan dinas sosial,” ujarnya.

Farid menjelaskan, Dinas Sosial memiliki sejumlah program, di antaranya pendataan fakir miskin, penjaminan BPJS dan penjaminan kelompok usaha bersama.

Ia juga meminta masyarakat melengkapi dokumen seperti KTP dan KK ketika mengajukan bantuan. Selain itu, Dinas Sosial menangani berbagai persoalan rehabilitasi sosial, termasuk warga dengan gangguan jiwa dan orang terlantar.

“Dinas sosial selalu melayani dengan senang hati, sesuai dengan hastagnya ‘dinas sosial selalu ada’,” katanya.

Warga Keluhkan Lapak Pasar dan Kondisi Warga Sakit

Dalam sesi penyampaian aspirasi, seorang warga bernama Rosdiana menanyakan pembangunan lapak pasar sekaligus meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi seorang warga bernama Nurwana yang menderita kanker payudara.

“Saya mau bertanya kapan lapak pasar akan dibangun dan kapan kita akan dipindahkan, karena saya juga jualan dipasar itu. Saya juga mau minta tolong, apakah bisa dinas terkait membantu saudari kita disini. Namanya ibu Nurwana. Orangnya sedang sakit kena kanker payudara dan sakitnya makin parah,” ungkap Rosdiana.

Ia mengatakan kondisi ekonomi Nurwana cukup memprihatinkan. Bahkan, aliran listrik di rumahnya disebut telah diputus oleh PLN.

Menanggapi hal tersebut, Fahrizal menyampaikan pembangunan lapak pasar saat ini masih dalam proses lelang dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Saat ini sementara proses lelang dan targetnya Desember 2026 pembangunannya akan selesai. Tapi kalau ada masyarakat yang ingin pindah ke situ, boleh daftar memang ke kantor pasar Manonda. Langsung ketemu kepala pasarnya atau langsung ke kantor kami dibagian bidang pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Farid Modjo menyatakan pihaknya akan mengecek kondisi sosial dan kepesertaan BPJS Nurwana untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Sebentar setelah reses selesai, saya minta KTP dan KK nya. Nanti kita cek desilnya, kalau desilnya benar warga miskin kita akan tindak lanjut. Kemudian kita tanya BPJS-nya apakah aktif atau tidak?” kata Farid.

700 Lapak Disiapkan

Pada kesempatan tersebut, Nurhalis juga menyampaikan rencana pembangunan lapak di Pasar Manonda. Menurutnya, pembangunan tersebut nantinya akan menyediakan sekitar 700 lapak yang diperuntukkan bagi para pedagang.

Nurhalis berharap pembangunan itu dapat menjawab kebutuhan pedagang sekaligus memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi masyarakat.

Menutup kegiatan, Nurhalis meminta warga tidak ragu menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah maupun dirinya sebagai wakil rakyat.

“Yang terpenting kalau ada emergensi atau persoalan dimasyarakat catat nomor HP saya 085187777575, kalau ada persoalan dimasyarakat jangan segan segan menghubungi saya dan HP saya aktif 24 jam,” tegasnya. (*)

Koordinator – Degrita M.K. Tobigo, S.Sos., M.Si. & A. Agustiartie Fitriyani T., S.H.,

Pendamping – Liliwati, S.Sos. & Zulkifli Katili.

𝗔𝗡𝗗𝗥𝗘

🎙PODCAST

LAINNYA