Gubernur Anwar Hafid Dorong Walatana Jadi Model Pertanian Sulteng

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 03:29 12 Admin@inipalu.com

SIGI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong Desa Walatana, Kabupaten Sigi, menjadi contoh pengembangan pertanian modern yang dapat diterapkan di daerah lain.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana, Dolo Selatan, Selasa (18/08/2026).

Gubernur mengapresiasi pengembangan pertanian organik yang telah memasuki musim tanam keenam melalui kerja sama Badan Usaha Milik Al-Khairaat (BUMA).

“Pertanian organik dan pertanian milenial seperti ini harus kita dorong. Saya berharap Walatana bisa menjadi role model pertanian di Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Menurut Anwar Hafid, kemajuan pertanian tidak cukup hanya diukur dari jumlah produksi. Petani juga harus memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar melalui dukungan riset, teknologi, irigasi, kepastian pasar, manajemen keuangan, digitalisasi, dan hilirisasi.

Ia mencontohkan pengalamannya melihat pertanian modern di Sichuan, Tiongkok, yang mampu mempercepat masa panen dan meningkatkan frekuensi tanam melalui penerapan teknologi dan riset.

“Saya ke Sichuan melihat bagaimana pertanian modern benar-benar dikembangkan. Mereka sudah mampu mempercepat masa panen dan meningkatkan frekuensi tanam. Ini menunjukkan bahwa pertanian bisa dikembangkan dengan pendekatan teknologi dan riset,” katanya.

Gubernur menegaskan, Sulteng tidak harus meniru seluruh sistem pertanian negara lain, tetapi dapat mengadaptasi prinsip yang sesuai dengan kondisi daerah.

“Petani jangan hanya berpikir berapa ton yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah berapa nilai ekonomi yang diperoleh. Produksi harus menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi petani,” tegasnya.

Ia berharap Walatana berkembang menjadi ekosistem pertanian terpadu, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pengolahan, pemasaran hingga hilirisasi.

“Kalau Walatana ini kita dorong dengan riset, bibit yang baik, teknologi, pasar dan hilirisasi, saya yakin ini bisa menjadi contoh yang dapat kita kembangkan di daerah lain,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Moh. Irfam Sukarna, Rektor Unisa, Ketua Umum PB Al-Khairaat Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, serta sejumlah pihak terkait dan masyarakat Dolo Selatan.

Pengembangan pertanian organik Walatana diharapkan mampu melahirkan petani yang mandiri, modern, ramah lingkungan, dan lebih sejahtera sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulteng Nambaso. (*)

🎙PODCAST

LAINNYA