
oplus_2 PALU,-ย Persoalan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian dalam kegiatan reses Caturwulan II Masa Persidangan 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota Palu, Mohamad Nasir Dg Gani, di Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi.
Dalam kegiatan penjaringan aspirasi tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di lingkungan masing-masing. Di antaranya kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram, minimnya penerangan jalan serta pengangkutan sampah yang dinilai belum optimal.
Mohamad Nasir Dg Gani mengatakan, reses merupakan momentum bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung berbagai kebutuhan dan keluhan masyarakat.
โTujuan reses ini adalah menampung seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, kemudian kami akan meneruskannya kepada pemerintah,โ kata Nasir.
Ia menjelaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat perlu dituangkan secara tertulis melalui lembar aspirasi yang telah disiapkan oleh Sekretariat DPRD Kota Palu.
โKalau dulu mungkin aspirasi cukup disampaikan secara lisan. Sekarang harus tertulis. Semua usulan dalam reses harus melalui lembar aspirasi,โ ujarnya.
Warga Jalan Manggis Keluhkan Sulit Mendapat LPG 3 Kg
Salah satu aspirasi datang dari warga Jalan Manggis, Kecamatan Palu Barat, Sarmila. Ia menyampaikan keluhan terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram di wilayah tempat tinggalnya.
Menurut Sarmila, sebelumnya warga Jalan Manggis masih dapat membeli LPG 3 kilogram di kawasan Balaroa. Namun, kondisi tersebut berubah karena adanya ketentuan mengenai wilayah distribusi.
โKami di Jalan Manggis susah mendapatkan gas 3 kilogram. Kemarin kami mengambil gas di Balaroa, tetapi belakangan tidak bisa lagi karena bukan warga Balaroa,โ ungkap Sarmila.
Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembukaan pangkalan LPG 3 kilogram di kawasan Jalan Manggis sehingga masyarakat tidak perlu mencari gas ke wilayah lain.
Sarmila bahkan menyatakan kesediaannya apabila rumahnya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pangkalan LPG.
Selain persoalan LPG, ia meminta pemerintah memperhatikan kondisi penerangan jalan di kawasan Jalan Manggis yang dinilai masih membutuhkan penambahan lampu.
Jalan Cemara Minim Penerangan
Aspirasi lain disampaikan Aburahman Dafir yang meminta perhatian terhadap kondisi Jalan Cemara 1 Lorong 5, khususnya di sekitar kawasan bekas bak PDAM.
Ia mengeluhkan kondisi jalan yang minim penerangan sehingga menjadi gelap saat malam hingga dini hari. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat warga merasa kurang nyaman dan khawatir ketika melintas.
Aburahman menyebut warga bahkan pernah menemukan ular dan biawak di sekitar lokasi.
โKondisi di sana gelap. Warga juga pernah menemukan ular dan biawak. Kami khawatir ketika melintas, apalagi kalau hendak salat subuh,โ ujarnya.
Selain penerangan, ia turut menyoroti persoalan pengangkutan sampah di kawasan kompleks PDAM. Menurutnya, sampah warga tidak selalu diangkut secara rutin meski sebelumnya terdapat kewajiban pembayaran retribusi.
Kelurahan Siapkan Tindak Lanjut
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Lurah Donggala Kodi, Idris, mengatakan pihak kelurahan akan kembali mengajukan surat resmi kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palu terkait kebutuhan penerangan jalan.
Menurutnya, pengusulan lampu penerangan jalan harus disampaikan secara resmi kepada perangkat daerah yang memiliki kewenangan.
Sementara untuk persoalan sampah, Idris mengatakan pihak kelurahan akan melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi yang belum terjangkau armada pengangkut.
Ia menjelaskan, kondisi sejumlah lorong yang sempit menjadi salah satu kendala bagi kendaraan roda empat untuk masuk ke permukiman warga.
โKami akan telusuri lokasi yang sampahnya belum terangkut. Kalau mobil tidak bisa masuk, nanti bisa diupayakan menggunakan kendaraan roda tiga,โ ujarnya.
Terkait usulan pembukaan pangkalan LPG 3 kilogram di Jalan Manggis, Idris mengatakan pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait untuk mengetahui prosedur serta kewenangan dalam pembukaan pangkalan baru.
Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya terdapat sejumlah pangkalan LPG yang ditutup karena diduga melanggar ketentuan harga.
Reses Jadi Ruang Pengawalan Aspirasi Masyarakat
Idris mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, kegiatan reses memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada anggota DPRD yang dapat ikut mengawal aspirasi tersebut sesuai kewenangannya.
Ia menjelaskan, penyampaian aspirasi masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai jalur, di antaranya Musrenbang melalui RT dan RW, pengusulan kepada perangkat daerah, maupun melalui kegiatan reses anggota DPRD.
โReses ini sangat penting karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi kebutuhannya dan ada anggota DPRD yang mengawal usulan tersebut,โ katanya.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat di Dapil IV diharapkan tidak hanya menjadi catatan dalam pelaksanaan reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait.
Kegiatan reses tersebut turut didampingi Donil dan Dasril, dengan koordinator A. Agustiartie T. dan Degrita M.K.
Aspirasi yang telah dihimpun selanjutnya menjadi bahan bagi DPRD Kota Palu dalam menjalankan fungsi representasi sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Dapil IV. (*)
