x

Kapolda Sulteng Ajak Media Perkuat Kemitraan Profesional dan Tangkal Hoaks

waktu baca 5 menit
Rabu, 12 Agu 2026 13:19 48 𝗜𝗡𝗜𝗣𝗔𝗟𝗨

PALU,- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Irjen. Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H., mengajak insan pers di Sulawesi Tengah memperkuat komunikasi dan kemitraan profesional dengan kepolisian. Hal itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi Kapolda Sulteng bersama awak media di EN Resto. Rabu (12/08/26).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian dan media, sekaligus memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, Mohammad Iqbal, menegaskan bahwa media dan kepolisian pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, meskipun menjalankan fungsi dengan cara yang berbeda.

“Secara personal, saya melihat tidak ada persoalan. Banyak hal yang dilakukan untuk mencapai cita-cita yang sama, meskipun terkadang kita harus melewati jalan yang berbeda,” ujar Mohammad Iqbal.

Menurutnya, media dan kepolisian sama-sama memiliki kepentingan untuk menciptakan ketertiban, transparansi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, perbedaan cara kerja seharusnya tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi.

Ia menilai hubungan antara media dan kepolisian perlu terus dibangun melalui diskusi dan pertukaran informasi agar berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara lebih baik.

“Media juga tidak akan bisa bekerja secara nyaman dan leluasa kalau situasi kepolisian tidak berjalan dengan baik. Karena itu, keduanya harus saling mendukung,” katanya.

Iqbal juga menyoroti potensi gesekan yang dapat muncul dalam proses kerja jurnalistik. Wartawan dituntut menyajikan informasi secara aktual, akurat, dan cepat, sementara kepolisian memiliki pertimbangan tertentu sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

Menurutnya, perbedaan kepentingan tersebut merupakan hal yang dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog.

“Tidak ada suatu masalah yang tidak bisa diselesaikan ketika kita duduk bersama. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk membicarakan berbagai hal secara terbuka,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen. Pol. Nasri Sulaeman menyampaikan apresiasi kepada para awak media yang hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

Ia mengatakan, pertemuan itu tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi diharapkan menjadi awal untuk membangun komunikasi dan memperkuat kemitraan antara Polda Sulteng beserta jajarannya dengan insan pers.

“Pertemuan malam hari ini adalah acara silaturahmi, tetapi saya jadikan sebagai momentum untuk membangun komunikasi dan memperkuat kemitraan antara kepolisian dengan rekan-rekan media,” kata Nasri.

Kapolda menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis Polri karena memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat dan negara.

Menurutnya, kepolisian memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat, sementara media memiliki peran penting dalam memberikan informasi, melakukan kontrol sosial, mencerdaskan masyarakat, sekaligus menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan hanya sebatas hubungan antara pihak yang memberikan informasi dan pihak yang mencari berita. Kita ingin membangun hubungan yang profesional, terbuka dan kritis,” tegasnya.

Nasri juga membuka ruang bagi media untuk memberikan kritik terhadap kinerja kepolisian. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan evaluasi bagi institusi Polri.

“Kalau kami melakukan kesalahan, silakan disampaikan. Kalau pelayanan kami tidak baik, silakan disampaikan. Kalau ada kebijakan yang perlu dievaluasi, silakan dikritik. Tetapi saya berharap kritik tersebut tetap berdasarkan data, fakta dan prinsip keseimbangan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolda menyoroti tantangan penyebaran informasi di era digital. Informasi saat ini dapat menyebar dalam hitungan detik melalui media sosial, termasuk video pendek maupun potongan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman sebelum fakta sebenarnya diketahui.

Karena itu, wartawan dinilai memiliki tanggung jawab penting sebagai penjernih informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

“Saya berharap rekan-rekan media dapat membantu masyarakat membedakan antara fakta dan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Kapolda juga menyebut sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari konflik sosial, pertanahan, pertambangan, narkotika, kejahatan konvensional, kejahatan siber, kecelakaan lalu lintas hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

Menurutnya, kepolisian tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan tersebut sendiri. Diperlukan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi dan media.

Ia berharap media tidak hanya memberitakan persoalan dari sisi konflik atau peristiwa, tetapi juga memberikan ruang terhadap berbagai upaya penyelesaian dan solusi yang dilakukan oleh para pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Nasri juga mengingatkan pentingnya prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, khususnya ketika media meliput persoalan hukum maupun peristiwa yang menyangkut masyarakat.

“Setiap peristiwa hukum pasti ada manusia di dalamnya. Di balik sebuah perkara pasti ada keluarga, dan di balik sebuah kecelakaan ada kehidupan yang harus kita perhatikan,” katanya.

Karena itu, ia mengajak wartawan tetap memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.

Kapolda berharap silaturahmi antara kepolisian dan media tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi terus berlanjut melalui komunikasi dan kerja sama yang konstruktif.

“Kepolisian memiliki tugas menjaga keamanan, sementara media memiliki tugas memberikan informasi kepada masyarakat. Kalau kedua kekuatan ini berjalan secara profesional dan konstruktif, yang akan mendapatkan manfaat terbesar adalah masyarakat,” tutur Nasri.

Ia juga mengajak seluruh insan pers dan kepolisian bersama-sama menjaga ruang publik agar tetap sehat dengan melawan hoaks, provokasi dan disinformasi.

“Mari kita hadirkan pemberitaan yang mencerdaskan, menyejukkan dan memberikan manfaat. Yang paling penting, mari kita bersama-sama menjaga suasana tetap aman, damai dan kondusif sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat hubungan antara Polda Sulteng dan insan pers, sekaligus menciptakan ekosistem informasi yang sehat, profesional, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(*)

𝗜𝗡𝗜𝗣𝗔𝗟𝗨

LAINNYA
x