JAKARTA,- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) memperkuat transformasi ketenagakerjaan nasional melalui kolaborasi strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan Wadhwani Foundation dalam pengembangan program pelatihan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kewirausahaan digital.
Kolaborasi tersebut dirancang untuk memastikan program berjalan secara terukur, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja di era digital. Dalam implementasinya, Kemnaker RI akan memperkuat pelaksanaan melalui dukungan kebijakan, penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional, serta optimalisasi jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan RI dalam keterangannya menegaskan bahwa pengembangan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menciptakan peluang kerja baru berbasis inovasi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Wadhwani Foundation memberikan dukungan dari sisi kurikulum, sistem pembelajaran digital atau Learning Management System (LMS), hingga platform JobReady dan Genie AI yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan calon wirausahawan.
Perwakilan Wadhwani Foundation menyebutkan, pemanfaatan teknologi AI harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara global.
“Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” katanya.
Di sisi lain, Indosat Ooredoo Hutchison turut memperkuat program melalui dukungan konektivitas digital, pengembangan ekosistem teknologi, hingga inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM), baik kategori pemula maupun lanjutan.
Pihak Indosat menilai program tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
“Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga membuka akses pengembangan kapasitas digital dan kewirausahaan berbasis teknologi bagi masyarakat,” ungkap perwakilan Indosat.
Kolaborasi tersebut langsung diimplementasikan melalui kegiatan Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10–14 Mei 2026. Program itu mendapat antusiasme tinggi dengan melibatkan sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia.
Dari pelatihan tersebut, tercatat lebih dari 1.200 ide usaha baru berhasil lahir dan diproyeksikan berkembang menjadi bisnis nyata yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga diperkirakan mampu menciptakan sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun mendatang sebagai kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional dan peningkatan kewirausahaan berbasis digital.
Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, seluruh peserta yang menyelesaikan rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.
Program penguatan AI dan kecerdasan digital tersebut tidak hanya menyasar pencari kerja dan calon wirausahawan, tetapi juga pegawai internal Kemnaker RI. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia pemerintah dalam menghadapi transformasi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
“Transformasi digital harus dimulai dari internal pemerintah agar pelayanan dan kebijakan ketenagakerjaan dapat berjalan lebih efektif serta sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah salah satu pejabat Kemnaker RI.
Pelaksanaan program akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan melalui pendekatan berbasis data oleh ketiga pihak. Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.(*)