Petani Sigi Terima Bantuan 3 Ton Pupuk dari Pemerintah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 02:49 75 inipalu

SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menghadiri Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara pemerintah dan petani sekaligus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Patrio, Anggota DPR RI Sarifuddin Sudding, unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi.

Pada kesempatan itu, Zulkifli Hasan bersama Gubernur Anwar Hafid menyerahkan bantuan kepada kelompok tani berupa 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar pemerintah terus hadir di tengah masyarakat dengan memastikan seluruh program strategis sektor pangan berjalan optimal. Karena itu, dirinya rutin mengunjungi berbagai daerah untuk mengecek pelaksanaan koperasi desa, distribusi pupuk, harga gabah, kondisi irigasi, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Sigi, DPR, dan para petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Bupati, DPR, dan seluruh petani yang telah bekerja sama dengan baik sehingga berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.

Menurut Zulkifli Hasan, kebijakan pemerintah telah memberikan manfaat nyata bagi petani, di antaranya penurunan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen, pembangunan pabrik pupuk baru, serta jaminan ketersediaan pupuk sebelum musim tanam.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah memastikan langsung bahwa pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Itu bukan berdasarkan laporan pemerintah, tetapi pengakuan langsung dari para petani,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga menjaga harga gabah agar tidak berada di bawah Rp6.500 per kilogram sehingga petani memperoleh keuntungan yang layak.

“Harga gabah yang baik membuat hasil panen memberikan nilai tambah bagi petani. Di beberapa daerah bahkan sudah mencapai Rp7.500 per kilogram,” ungkapnya.

Zulkifli Hasan menjelaskan, kebijakan tersebut berdampak pada meningkatnya nilai tukar petani dari sekitar 116 menjadi 127. Setelah memperkuat swasembada beras, pemerintah selanjutnya akan mengembangkan sektor protein melalui perikanan tangkap dan budidaya, termasuk pembangunan kawasan bioflok di sekitar 40.000 desa secara bertahap.

“Kita ingin desa-desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kita fokus pada protein agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menyukseskan program swasembada pangan. Menurutnya, dukungan terhadap petani melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. (*)

LAINNYA