Tiga Tahun Prof Amar, Untad Catat Lompatan Besar

waktu baca 6 menit
Kamis, 18 Jun 2026 03:54 162 inipalu

UNIVERSITAS Tadulako mencatat sejumlah capaian penting dalam tiga tahun terakhir di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.. Dalam periode yang dimulai sejak pelantikannya pada Maret 2023, berbagai langkah transformasi dilakukan untuk memperkuat posisi kampus sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional maupun internasional.

Kepemimpinan Prof Amar dimulai dalam situasi yang tidak mudah. Selain masih berada dalam fase pemulihan pascabencana yang pernah melanda Sulawesi Tengah, dunia pendidikan tinggi juga sedang beradaptasi setelah dampak pandemi COVID-19. Namun di tengah tantangan tersebut, Untad justru mencatat percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Prof Amar membawa visi menjadikan Untad sebagai perguruan tinggi yang unggul, tangguh, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan perkembangan zaman. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyasar aspek akademik, tetapi juga tata kelola, infrastruktur, riset, internasionalisasi, hingga kesejahteraan sumber daya manusia.

Akreditasi Unggul, Tonggak Sejarah Baru Untad

Salah satu capaian paling monumental diraih pada Februari 2024 ketika Untad resmi memperoleh Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Predikat tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak berdiri lebih dari empat dekade lalu, Untad berhasil naik ke kategori tertinggi dalam sistem akreditasi nasional.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal Saraba Channel, Prof Amar menyebut keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan besar bagi seluruh sivitas akademika.

“Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Selama 42 tahun Untad belum pernah meraih Akreditasi Unggul, dan belum genap satu tahun kepemimpinan kami sudah berhasil mencapainya.”

Menurut Prof Amar, pencapaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur kampus yang tetap menjaga semangat membangun meski berada dalam berbagai keterbatasan.

Proses penilaian dilakukan secara ketat dengan melibatkan tujuh asesor BAN-PT yang mengevaluasi sembilan komponen utama, mulai dari kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sarana-prasarana, tata kelola hingga sistem pembelajaran.

Hasil tersebut menempatkan Untad sejajar dengan puluhan perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan memperkuat posisi kampus di tingkat nasional.

Posisi Nasional Menguat, Prestasi Mahasiswa Meningkat

Keberhasilan meraih Akreditasi Unggul turut berdampak terhadap penguatan reputasi institusi.

Saat ini Untad berhasil masuk dalam jajaran 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sebuah capaian yang menunjukkan peningkatan daya saing kampus secara nasional.

Tidak hanya pada level institusi, prestasi mahasiswa juga menunjukkan perkembangan signifikan.

Berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tahun 2026, Untad masuk dalam daftar 25 kampus paling berprestasi di Indonesia.

Dari total 717 perguruan tinggi yang masuk penilaian, Untad menempati peringkat ke-24 nasional dengan catatan 179 prestasi mahasiswa.

Capaian tersebut menjadikan Untad sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Sulawesi Tengah yang berhasil masuk dalam kelompok kampus berprestasi tingkat nasional.

Peningkatan prestasi mahasiswa ini disebut tidak lepas dari penguatan sistem pembinaan, peningkatan fasilitas, serta dukungan terhadap aktivitas akademik dan non-akademik.

Tata Kelola Modern dan Transparansi Keuangan

Transformasi yang dijalankan juga menyentuh sektor tata kelola institusi.

Pada tahun 2025, Untad berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan dan administrasi akademik.

Selain itu, kampus juga menerima penghargaan di bidang keterbukaan informasi dari pemerintah pusat.

Langkah tersebut menunjukkan upaya serius dalam membangun institusi yang transparan, akuntabel, serta memiliki tata kelola modern sesuai standar pendidikan tinggi nasional.

Untuk memperkuat sistem tersebut, Untad mendorong digitalisasi hampir di seluruh sektor layanan.

Sistem administrasi, perencanaan, pengelolaan keuangan, hingga layanan tridarma perguruan tinggi mulai diarahkan berbasis teknologi digital guna meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pelayanan kepada mahasiswa dan dosen.

SDM Menguat, Profesor Bertambah Signifikan

Di sektor sumber daya manusia, perkembangan juga terlihat cukup signifikan.

Dalam kurun dua tahun terakhir, Untad mencatat penambahan 76 guru besar atau profesor.

Peningkatan jumlah profesor menjadi indikator penting karena berkaitan langsung dengan kapasitas riset, kualitas pembelajaran, serta reputasi akademik institusi.

Selain penguatan kapasitas akademik, kampus juga melakukan peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan melalui sistem remunerasi.

Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu sistem penghargaan yang kompetitif di kawasan timur Indonesia bagi perguruan tinggi negeri.

Membuka Jejaring Internasional

Upaya internasionalisasi menjadi salah satu agenda strategis kepemimpinan Prof Amar.

Untad memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional di Jepang, China, Jerman, Australia, Serbia, serta sejumlah negara di kawasan Eropa.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penguatan kurikulum, serta pengembangan kapasitas akademik lintas negara.

Salah satu bentuk dukungan internasional yang diterima Untad adalah bantuan 3.000 buku dari Pemerintah China, yang menjadikan kampus ini sebagai salah satu perguruan tinggi dengan koleksi buku China terbesar di Indonesia.

Infrastruktur dan Agenda Menuju PTN-BH

Transformasi juga tampak pada pembangunan fisik kampus.

Berbagai fasilitas pendukung pembelajaran terus dibangun, mulai dari sarana olahraga, penguatan jaringan internet, peningkatan sistem kelistrikan, penyediaan air bersih, hingga pengembangan fasilitas menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Pada tahun 2026, Untad turut merencanakan pembangunan asrama mahasiswa berkapasitas 8.000 orang yang dilengkapi fasilitas penunjang modern.

Program tersebut juga dirancang terintegrasi dengan penggunaan kendaraan listrik melalui kerja sama internasional bersama mitra dari China.

Pengembangan ini menjadi bagian dari konsep kampus modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Membangun Ekosistem Riset Kawasan Timur Indonesia

Dalam bidang penelitian dan inovasi, Untad tengah membangun Nalodo Research Center yang diproyeksikan menjadi pusat penelitian likuefaksi pertama di Indonesia.

Langkah tersebut dinilai strategis mengingat Sulawesi Tengah memiliki pengalaman besar terkait bencana geologi dan kebutuhan pengembangan ilmu mitigasi.

Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Untad serta embung pembelajaran bidang keairan dan perikanan juga terus berjalan untuk memperkuat fungsi kampus sebagai pusat pendidikan sekaligus solusi pembangunan daerah.

Pendapatan Kampus Meningkat Tiga Kali Lipat

Perbaikan tata kelola dan pengembangan institusi juga berdampak terhadap peningkatan pendapatan.

Data menunjukkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Untad mengalami kenaikan signifikan.

Jika pada tahun 2022 pendapatan berada di kisaran Rp76 miliar, maka pada akhir 2025 meningkat menjadi sekitar Rp228 miliar, meskipun jumlah mahasiswa relatif stabil.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya optimalisasi pengelolaan sumber daya dan diversifikasi pendapatan institusi.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Menutup refleksi atas berbagai capaian tersebut, Prof Amar menegaskan bahwa seluruh keberhasilan yang diraih bukan merupakan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi seluruh sivitas akademika.

“Semua capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika yang terus bersinergi membangun Untad.”

Ia menilai keberhasilan seorang pemimpin bukan ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, tetapi dari kemampuannya membangun kolaborasi dan menggerakkan seluruh elemen organisasi menuju tujuan bersama.

Dengan fondasi yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir, Untad kini menatap fase berikutnya untuk memperkuat peran sebagai pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan kawasan timur Indonesia.(*)

LAINNYA