PSI Tolitoli Salurkan Rp20 Juta dan Sembako untuk Korban Kebakaran di Panasakan

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Sep 2026 08:54 46 π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

TOLITOLI,- Enam kepala keluarga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, mendapat bantuan kemanusiaan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tolitoli, Selasa (8/9/2026).

Bantuan tersebut disalurkan setelah kebakaran menghanguskan empat unit rumah warga dan menyebabkan 17 jiwa kehilangan tempat tinggal. Para korban kini sementara mengungsi di wilayah Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan.

DPD PSI Tolitoli bersama jajaran kader turun langsung menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp20 juta serta puluhan paket sembako untuk memenuhi sebagian kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Sekretaris DPD PSI Kabupaten Tolitoli, Baharudin, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, serta mendapat dukungan dari Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, dan Bendahara Umum PSI Sulteng, Farid Podungge.

β€œPenyaluran bantuan kemanusiaan ini merupakan arahan dari Pak Ahmad Ali dan ditindaklanjuti oleh Bendahara PSI Sulteng, Farid Podungge, sebagai bentuk kepedulian PSI terhadap masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Baharudin.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban selama berada di tempat pengungsian.

β€œKami berharap bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, menegaskan bahwa kehadiran pengurus dan kader partai di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk merespons kondisi warga, terutama ketika terjadi musibah.

β€œPSI hadir untuk rakyat. Ketika masyarakat tertimpa musibah, kita harus hadir, membantu, dan bergotong royong meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Agus.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan tidak semata-mata berupa materi. Kehadiran langsung di tengah korban juga diharapkan menjadi dukungan moral agar masyarakat tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.

β€œKami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Yang paling penting, kami ingin memberikan semangat kepada para korban agar tetap kuat, bangkit, dan kembali menata kehidupan mereka,” katanya.

Agus juga mengajak pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat luas untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap warga yang terdampak kebakaran.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan akibat musibah tersebut.

β€œKami berharap bantuan dan dukungan yang terus mengalir dapat mempercepat proses pemulihan serta menjadi penyemangat bagi warga korban untuk kembali menata kehidupan mereka,” pungkasnya.(*)

π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

LAINNYA