x

Kecelakaan Kerja Tewaskan Karyawan My Kopi O Palu, Disnakertrans Soroti Kelayakan Lift dan Penerapan K3

waktu baca 6 menit
Senin, 7 Sep 2026 07:35 45 ๐—œ๐—ก๐—œ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

PALU, โ€“ Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan My Kopi O Palu, Rizwan (22), setelah terjepit di area lift barang lantai tiga restoran menjadi perhatian serius terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan usaha.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di restoran My Kopi O yang berada di Jalan Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 08.20 Wita.

Rizwan ditemukan dalam kondisi terjepit di bagian tangga lift barang lantai tiga dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban diketahui merupakan warga Desa Tada, Kabupaten Parigi Moutong, dan selama ini tinggal di kawasan Tinggede.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian korban sempat mendapat teguran dari rekan kerjanya agar tidak menggunakan lift barang tersebut karena disebut mengalami gangguan. Namun, korban kemudian tetap menggunakan fasilitas tersebut untuk menuju lantai tiga.

Sekitar 20 menit kemudian, seorang karyawan bernama Garing Rondonuwu yang berada di lantai tiga terdengar berteriak. Rekan kerja korban kemudian mendatangi lokasi dan mendapati Rizwan telah terjepit di area tangga lift dalam kondisi tidak bernyawa.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 Wita untuk melakukan proses evakuasi.

Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemulasaran sekitar pukul 11.00 Wita.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Heri Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim AKP Ismail Bobby, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut keterangan kepolisian, korban diduga meninggal dunia akibat kecelakaan kerja setelah mengalami kejadian di area lift barang.

Meski keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara utuh penyebab meninggalnya korban.

Penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah saksi. Sedikitnya enam orang telah diperiksa, termasuk pihak pemilik atau pengelola My Kopi O Palu.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian serta mengetahui kondisi fasilitas yang digunakan korban sebelum kecelakaan terjadi.

Jenazah Rizwan kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Desa Tada, Kabupaten Parigi Moutong, sekitar pukul 14.00 Wita.

Kecelakaan tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah.

Sehari setelah kejadian, Minggu (6/9/2026), tim Pengawasan Ketenagakerjaan (Wasnaker) Disnakertrans Sulteng turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Kedatangan tim bertujuan mengetahui kondisi tempat kejadian, fasilitas lift barang serta penerapan K3 di lingkungan restoran.

Pemeriksaan juga diarahkan untuk menelusuri informasi mengenai kondisi lift yang disebut mengalami kerusakan sebelum kecelakaan terjadi.

Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tengah, M. Mirza Lesnusa, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kecelakaan yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia.

โ€œKami juga kaget ada kejadian ini, Pak. Yang jelas kami coba lakukan pemeriksaan terlebih dahulu terkait katanya lift yang rusak tetap dipakai,โ€ kata Mirza kepada media caralain.id, Minggu (6/9/2026).

Namun, tim belum dapat melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap bagian lift yang menjadi lokasi kecelakaan.

Pasalnya, area tersebut telah dipasang garis polisi dan masih menunggu proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian.

Pengawas tenaga kerja, Rifai, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan pada Minggu masih merupakan tahap awal.

Tim saat itu baru dapat melakukan wawancara dengan bagian keuangan My Kopi O Palu karena belum diperbolehkan mendekati lokasi kejadian.

โ€œKami tadi hanya wawancara saja dengan bagian keuangan My Kopi O saja, Pak. Untuk mendekat ke lokasi belum diizinkan karena masih akan dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian,โ€ ujarnya.

Menurut Rifai, pemeriksaan akan kembali dilakukan pada Senin (7/9/2026). Salah satu hal yang akan menjadi perhatian adalah tanggung jawab perusahaan terhadap korban dan keluarganya, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

โ€œRencana besok kami turun lagi, Pak. Karena juga hari ini libur, makanya kami agendakan kembali besok,โ€ ungkapnya.

Pasca kecelakaan yang menewaskan Rizwan, aktivitas My Kopi O Palu dilaporkan ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026).

Penutupan sementara tersebut berlangsung ketika proses pemeriksaan dan penyelidikan masih berjalan.

Hingga tahap pemeriksaan awal, Disnakertrans Sulteng belum menyimpulkan adanya pelanggaran ketenagakerjaan maupun pelanggaran terhadap ketentuan K3.

Pihak terkait masih perlu memeriksa berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik lift, riwayat pemeliharaan dan perbaikan, prosedur pengoperasian, hingga sistem pengawasan terhadap penggunaan fasilitas tersebut.

Peristiwa ini turut mendapat perhatian pengamat ketenagakerjaan, Suhuludin Madulay.

Menurut Suhuludin, kecelakaan kerja yang sampai menyebabkan hilangnya nyawa seorang pekerja tidak semestinya hanya dipandang sebagai sebuah musibah.

Kejadian tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat persoalan pada peralatan kerja, prosedur operasional, pengawasan maupun penerapan standar keselamatan di tempat kerja.

โ€œPeristiwa ini harus menjadi evaluasi menyeluruh. Yang perlu dipastikan adalah apakah seluruh peralatan kerja, termasuk lift barang, telah melalui pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala serta apakah pekerja mendapatkan prosedur dan pelatihan keselamatan yang memadai,โ€ ujar Suhuludin, Minggu (9/9/2026).

Ia mengatakan, apabila informasi mengenai lift yang sebelumnya mengalami gangguan atau kerusakan benar adanya, kondisi tersebut perlu menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan.

Namun demikian, Suhuludin mengingatkan agar tidak ada pihak yang terburu-buru menyimpulkan adanya kelalaian sebelum seluruh fakta dan bukti diperiksa oleh pihak yang berwenang.

โ€œJangan terburu-buru menyimpulkan siapa yang salah. Yang paling penting sekarang adalah memastikan fakta di lapangan, memeriksa kondisi lift, SOP penggunaan, riwayat pemeliharaan, hingga sistem pengawasan terhadap pekerja,โ€ katanya.

Suhuludin menekankan bahwa keselamatan pekerja merupakan tanggung jawab bersama antara pengusaha, pengelola tempat kerja dan pekerja.

Menurutnya, setiap peralatan yang memiliki potensi membahayakan harus segera dihentikan penggunaannya apabila ditemukan kerusakan.

Peralatan tersebut, lanjut dia, semestinya baru kembali digunakan setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman.

โ€œNyawa pekerja harus menjadi prioritas. Jangan sampai sebuah peralatan yang bermasalah tetap digunakan hanya karena alasan operasional atau mengejar target pekerjaan,โ€ tegasnya.

Ia menilai kasus di My Kopi O Palu seharusnya tidak hanya menjadi perhatian terhadap satu tempat usaha. Peristiwa tersebut juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan K3 pada berbagai sektor usaha yang menggunakan peralatan mekanis dalam kegiatan operasionalnya.

Termasuk restoran, hotel, pusat perbelanjaan, pergudangan maupun sektor usaha lainnya yang menggunakan lift barang dan peralatan dengan risiko keselamatan.

Suhuludin berharap penanganan kasus tersebut tidak berhenti pada proses penyelidikan kecelakaan, tetapi juga menghasilkan evaluasi konkret terhadap sistem keselamatan kerja.

Menurutnya, setiap kecelakaan kerja seharusnya menjadi bahan pembelajaran untuk mengidentifikasi celah dalam sistem keselamatan sehingga dapat segera diperbaiki.

โ€œSetiap kecelakaan harus menjadi pelajaran. Kalau ada celah dalam sistem keselamatan, harus segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak ada lagi pekerja yang kehilangan nyawa ketika sedang mencari nafkah,โ€ pungkasnya.

Sementara itu, proses penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan oleh Disnakertrans Sulteng masih berlangsung.

Sejumlah hal masih perlu dipastikan, termasuk kondisi sebenarnya dari lift barang sebelum kejadian, apakah terdapat riwayat kerusakan atau gangguan, bagaimana prosedur penggunaan fasilitas tersebut, serta sejauh mana sistem pengawasan dan penerapan K3 telah dijalankan di lingkungan My Kopi O Palu.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran secara utuh mengenai penyebab kecelakaan sekaligus memastikan terpenuhinya hak-hak korban dan keluarganya.

Peristiwa yang merenggut nyawa Rizwan menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian penting yang harus melekat dalam setiap aktivitas operasional. Setiap fasilitas kerja yang digunakan pekerja harus dipastikan aman, layak dan dikelola dengan standar keselamatan yang memadai agar aktivitas mencari nafkah tidak berujung pada kehilangan nyawa.(*)

๐—œ๐—ก๐—œ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

๐—ฃ๐—ข๐——๐—–๐—”๐—ฆ๐—ง๐ŸŽ™๏ธ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

LAINNYA
x