x

Satu Orang Warga Terluka Dan Satu Orang Meninggal: Polisi Ungkap Kronologi Alfamidi Palu

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Agu 2026 07:29 68 ๐—œ๐—ก๐—œ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

PALU,โ€“ Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menjelaskan rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan depan Alfamidi, Jalan Tombolututu Atas, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu, Kamis 27/8/26 malam.

Insiden sekitar pukul 20.40 WITA tersebut melibatkan personel Bidpropam Polda Sulteng, Aipda AA, dengan seorang warga berinisial D yang diduga bekerja sebagai juru parkir.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil investigasi awal tim gabungan di lokasi, Aipda AA disebut melakukan tindakan tegas dan terukur setelah mendapat serangan menggunakan senjata tajam jenis parang.

โ€œSebelumnya, Pimpinan & seluruh Jajaran Polda Sulawesi Tengah mengucapkan turut berduka cita & bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara D dalam peristiwa yang terjadi tadi malam. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,โ€ kata Kombes Achmad Muhaimin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 28/8/26.

Dari penelusuran sementara kepolisian, kejadian diawali ketika Aipda AA tiba di kawasan tersebut dengan Toyota Avanza berwarna putih. Kendaraan kemudian dihentikan di sekitar warung makan Gorontalo sebelum dirinya masuk ke Alfamidi untuk berbelanja.

“Sekitar pukul 20.40 Wita, setelah keluar dari minimarket, Aipda AA didatangi seorang pria yang disebut mengenakan baju merah. Pria tersebut kemudian bertanya terkait parkir dan terjadi kontak fisik hingga berujung cekcok dan perkelahian,” ucapnya.

Saat pertikaian berlangsung, D disebut mengayunkan parang ke arah wajah Aipda AA. Upaya menghindari serangan tersebut menyebabkan personel polisi itu mengalami cedera pada tangan kanan. Selain itu, jari manis tangan kirinya dilaporkan terputus.

“Aipda AA kemudian mengeluarkan senjata api jenis HS dan melepaskan satu tembakan peringatan, namun, berdasarkan hasil investigasi, saudara D masih mengejar dgn parangnya sehingga Aipda AA melepaskan sejumlah tembakan ke arah saudara D,” jelasnya.

Suara letusan senjata api juga terdengar oleh MA, warga yang berada di dalam tempat usaha jahit sepatu di sisi Alfamidi. Ketika melihat keluar melalui jendela, MA menyadari adanya luka pada sisi kanan leher yang diduga berasal dari peluru nyasar.

MA kemudian dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno untuk memperoleh perawatan medis.

“Usai kejadian, Aipda AA dibantu warga menuju RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara saudara D dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” sebutnya.

Pada sekitar pukul 23.30 WITA, D kemudian dipindahkan ke RSUD Anutapura Palu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, beberapa jam kemudian, tepatnya Jumat 28/8/26 sekitar pukul 02.30 WITA, D dinyatakan meninggal dunia.

Polda Sulteng memastikan proses penanganan kasus masih berlangsung. Penyidik terus mengembangkan penyelidikan guna memperoleh gambaran lengkap mengenai rangkaian kejadian tersebut.

Fakta-fakta terkait penggunaan parang maupun senjata api menjadi bagian yang turut didalami dalam proses penyelidikan.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan seluruh proses penanganan perkaranya kepada pihak kepolisian,” tandasnya. (*)

๐—œ๐—ก๐—œ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

PODCAST๐ŸŽ™PALU

LAINNYA
x