PSI Tunda Rakorwilsus di Sulteng, Prioritaskan Bantuan bagi Korban Gempa

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 01:10 78 inipalu

PALU, – Di tengah situasi Sulawesi Tengah yang masih berupaya bangkit pascagempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan menunda pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Penundaan Rakorwilsus dilakukan atas arahan langsung Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran pengurus PSI Sulawesi Tengah.

“Ketua Harian DPP, Ahmad Ali, meminta kegiatan tersebut ditunda. Tidak elok jika kita tetap melaksanakan agenda organisasi di saat masyarakat sedang menghadapi musibah. Semalam kami telah menggelar rapat dan memutuskan menunda Rakorwilsus sebagai bentuk solidaritas,” ujar Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, saat dihubungi di Palu, Rabu (17/6/2026).

Agus mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan Rakorwilsus yang baru. Menurutnya, agenda tersebut akan kembali dijadwalkan setelah kondisi di wilayah terdampak gempa dinilai telah berangsur normal.

“Setelah situasi kembali normal. Untuk hari dan tanggal pelaksanaannya masih belum bisa dipastikan,” katanya.

PSI juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang berdampak di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

“Seluruh pengurus PSI turut berdukacita atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kami di Sulawesi Tengah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan, kekuatan, dan segera dapat bangkit kembali,” ucap Agus.

Selain menunda kegiatan organisasi, PSI kini memusatkan perhatian pada upaya penanganan dampak bencana. Tim medis dan relawan PSI telah diterjunkan ke wilayah terdampak beberapa jam setelah gempa terjadi.

Agus mengungkapkan, pada Rabu (17/6/2026), PSI Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan ke Kabupaten Sigi, khususnya di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa.

“Hari ini kami mengantar bantuan bahan pangan ke Palolo dan Nokilalaki. Dua kecamatan tersebut menjadi wilayah yang mengalami kerusakan rumah warga cukup berat,” jelasnya.

Tak hanya bantuan logistik, PSI juga menggelar kegiatan trauma healing bagi warga terdampak, terutama anak-anak. Program tersebut bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat pascabencana.

Di sisi lain, tim PSI yang berada di lapangan terus melakukan pendataan dan asesmen kebutuhan warga terdampak di berbagai daerah. Data tersebut akan menjadi dasar dalam proses penyaluran bantuan lanjutan agar tepat sasaran.

“Sebagian data warga terdampak sudah masuk ke kami. Saat ini kami masih menunggu data yang lebih lengkap untuk kebutuhan distribusi bantuan berikutnya,” pungkas Agus.**

LAINNYA