
BANGGAI β Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI) segera menyelesaikan persoalan kerugian petani di Desa Mayayap dan Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. Perusahaan diminta membayar kompensasi sekaligus memulihkan saluran irigasi yang mengalami kerusakan.
Permintaan itu disampaikan Anwar saat menemui warga di Balai Desa Trans Mayayap, 4/10/26. Ia memberikan tenggat tiga hari bagi pemerintah desa, kecamatan, dinas terkait, dan perusahaan untuk membahas besaran ganti rugi.
βTiga hari dari sekarang, sudah harus action. Kepala desa, camat, dinas dari Pemprov dan perusahaan harus secepatnya bertemu untuk merumuskan berapa nilai kompensasi. Jangan lama-lama,β ujar Anwar.
Dampak persoalan tersebut membuat sekitar 492 hektare sawah milik warga tidak lagi dapat digarap selama tujuh tahun terakhir karena berkurangnya pasokan air. Sebagian masyarakat kini terpaksa bekerja serabutan dan menjadi buruh di kebun milik orang lain.
Dalam pertemuan itu, PT IMNI menawarkan perbaikan irigasi, bantuan 1.000 zak pupuk, serta sembako setiap tanggal 30 selama setahun mulai 2027. Namun, warga menolak tawaran tersebut karena dianggap tidak sebanding dengan kerugian yang mereka alami.
Masyarakat tetap meminta kompensasi Rp450 juta per hektare untuk kerugian selama tujuh tahun.
Anwar menegaskan perusahaan harus bertanggung jawab terhadap dampak aktivitas pertambangan dan tidak hanya mengambil keuntungan tanpa memperhatikan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Setelah berdialog, ia juga meninjau langsung kondisi sawah warga yang mengering. (*)
