x

PSI Sulteng Rombak Kepengurusan, Syafia Basir Gantikan Agus Lamakarate

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 11:01 159 π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

PALU,- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah memasuki fase baru kepemimpinan setelah Syafia Basir ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulteng menggantikan Agus Lamakarate.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran besar-besaran struktur internal partai di tingkat provinsi. Transisi kepemimpinan itu diumumkan dalam konferensi pers di Palu, Senin (28/9/2026).

Agus Lamakarate hadir dalam agenda tersebut bersama sejumlah jajaran pengurus, di antaranya Ferry Anwar, Syafia Basir, Theo Masykur, dan Harianto.

Dalam kesempatan itu, Agus menjelaskan bahwa proses penunjukan Syafia memiliki mekanisme yang tidak lazim jika dibandingkan dengan proses pergantian kepemimpinan organisasi politik pada umumnya.

Menurut Agus, dirinya turut mengambil bagian dalam proses penjaringan calon penerus dengan pendekatan yang ia sebut sebagai tradisi β€œmelamar” calon ketua.

β€œMelamar” dalam konteks tersebut menjadi bagian dari proses komunikasi internal sebelum tongkat kepemimpinan DPW PSI Sulteng beralih kepada Syafia.

Meski perubahan kepemimpinan telah diumumkan, Agus menyebut struktur kepengurusan secara lengkap masih menunggu keputusan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kerja politik PSI di Sulawesi Tengah.

Salah satu target yang disampaikan adalah upaya merebut dua kursi legislatif di tingkat nasional serta meningkatkan peran partai dalam menghadapi berbagai agenda politik, termasuk pemilihan kepala daerah.

Syafia Basir menyatakan pergantian kepemimpinan tersebut harus diterjemahkan sebagai momentum untuk memperkuat organisasi, bukan sebatas perubahan nama dalam struktur kepengurusan.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Agus Lamakarate atas kontribusi dan kerja yang telah dilakukan selama memimpin PSI Sulteng.

Di bawah kepemimpinannya, Syafia menyiapkan sejumlah agenda awal untuk memperkuat fondasi organisasi. Salah satu prioritasnya adalah memastikan struktur partai di tingkat daerah hingga ranting benar-benar aktif dan memiliki fungsi politik yang jelas.

Konsolidasi akan diarahkan hingga jajaran DPD, DPC, dan DPRT. Struktur tersebut diharapkan tidak hanya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan administratif, tetapi mampu menjalankan kerja organisasi dan menjangkau masyarakat secara langsung.

β€œStruktur harus bekerja, bukan hanya tercantum dalam administrasi organisasi,” menjadi salah satu penekanan dalam agenda konsolidasi yang disiapkan kepemimpinan baru.

Selain konsolidasi, Syafia menempatkan kaderisasi sebagai agenda penting. Sasaran utamanya mencakup generasi muda, mahasiswa, milenial, Gen Z, serta perempuan.

Menurutnya, kelompok tersebut memiliki posisi penting dalam perkembangan politik di Sulawesi Tengah sehingga perlu diberikan ruang yang lebih besar dalam proses kaderisasi dan kerja-kerja partai.

Syafia juga menaruh perhatian pada hubungan PSI dengan media massa. Ia menyatakan keterbukaan terhadap pers menjadi bagian penting dalam membangun organisasi politik yang dapat dipantau publik.

Ia mengajak insan pers menjalankan fungsi kontrol secara independen, termasuk memberikan kritik terhadap PSI apabila terdapat kebijakan atau langkah partai yang perlu dikoreksi.

Bagi Syafia, hubungan antara partai politik dan media tidak semata-mata berkaitan dengan publikasi kegiatan, tetapi juga bagian dari proses menjaga transparansi serta kualitas kehidupan demokrasi.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, PSI Sulteng kini menghadapi pekerjaan lanjutan berupa penyelesaian struktur organisasi, konsolidasi kader, serta penerjemahan target politik partai ke dalam kerja-kerja di lapangan.

Kepemimpinan Syafia Basir selanjutnya akan diuji melalui sejauh mana agenda konsolidasi dan kaderisasi tersebut mampu membentuk mesin organisasi yang aktif hingga tingkat bawah.(*)

π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

LAINNYA
x