Wisuda Angkatan 137 Untad, Rektor Dorong Alumni Jadi Job Creator dan Berdampak bagi Masyarakat

waktu baca 4 menit
Jumat, 14 Agu 2026 06:26 15 π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

PALU,- Universitas Tadulako (Untad) kembali menggelar Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda Angkatan 137 di Gedung Auditorium Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele, M.S., Untad, Kamis (13/8/2026).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan diikuti sebanyak 1.300 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dan fakultas. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Untad, Prof. Dr. Djayani Nurdin, S.E., M.Si.

Dalam laporannya, Djayani Nurdin menyampaikan bahwa para wisudawan berasal dari berbagai fakultas, dengan rincian Pascasarjana 24 orang, FKIP 378 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 163 orang, FISIP 124 orang, Fakultas Teknik 117 orang, Fakultas Pertanian 112 orang, FMIPA 111 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 74 orang, Fakultas Hukum 70 orang, Fakultas Kedokteran 55 orang, Fakultas Peternakan dan Perikanan 54 orang, serta Fakultas Kehutanan 18 orang.

Momentum wisuda tersebut tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Untad.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam pesan almamaternya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Menurutnya, esensi pendidikan juga tercermin dari seberapa besar kontribusi dan dampak positif yang mampu diberikan seseorang kepada masyarakat.

β€œKetika Saudara meninggalkan kampus ini, jangan pernah menganggap perjalanan telah selesai. Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari ruang pengabdian yang sesungguhnya. Pergilah, belajarlah, berkaryalah, dan bangunlah sesuatu yang lebih baik. Di mana pun Saudara berada, jagalah selalu nama baik Untad,” tegas Prof. Amar.

Ia mengingatkan para alumni agar tetap menjunjung tinggi integritas dan etika dalam menjalankan profesi maupun aktivitas di tengah masyarakat. Nama baik almamater, kata dia, harus senantiasa dijaga melalui sikap, karya, dan kontribusi nyata.

Menurut Prof. Amar, kelulusan merupakan awal bagi para alumni untuk mengaktualisasikan kompetensi yang telah dibangun selama berada di lingkungan akademik.

Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu menjadikan ilmu dan keahlian yang dimiliki sebagai modal untuk berkarya, menciptakan solusi, membuka peluang, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas, inovatif, dan memiliki keberanian untuk menciptakan peluang baru.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Dr. Rusmiadi, S.T., S.H., M.Si., menyampaikan pesan mengenai pentingnya keterlibatan alumni Untad dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai membutuhkan peran generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus keberanian untuk mengambil peluang.

Melalui program Gerakan Pembangunan Berani, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus membuka ruang pengembangan bagi generasi muda.

Para lulusan perguruan tinggi, termasuk alumni Untad, diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi job seeker atau pencari kerja, maupun menjadikan profesi ASN sebagai satu-satunya pilihan.

Sebaliknya, generasi muda didorong untuk berani menjadi job creator, menciptakan lapangan pekerjaan dan membangun aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dorongan tersebut juga diarahkan agar lulusan mampu berkontribusi dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, termasuk membangun daerah dari desa.

Dengan bekal akademik, keterampilan, jaringan, serta pengalaman yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi, alumni Untad diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

Wisuda Angkatan 137 pun menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa perjalanan para lulusan tidak berhenti ketika mengenakan toga. Justru setelah meninggalkan kampus, mereka memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

Dari dunia kerja, dunia usaha, pemerintahan, pendidikan, riset, hingga sektor sosial dan ekonomi kreatif, alumni Untad diharapkan mampu menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Dengan semangat tersebut, 1.300 lulusan Wisuda Angkatan 137 Untad diharapkan mampu membawa nama baik almamater sekaligus menjadi bagian dari kekuatan baru dalam mendorong kemajuan Sulawesi Tengah dan Indonesia.(*)

————–‐————————

Sumber: Universitas Tadulako (Untad) untad.ac.id

Dikutip dan diolah dari laman resmi Universitas Tadulako.

π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

LAINNYA