BI Sulteng: Jangan Tertipu UV, Uang Palsu Kini Bisa Menyala

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 04:51 34 π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

AMPANA,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak lagi mengandalkan lampu ultraviolet (UV) sebagai satu-satunya cara mengecek keaslian uang Rupiah. Pasalnya, uang palsu kini sudah mampu meniru efek menyala saat disinari UV.

Peringatan ini disampaikan Pelaksana Senior KPwBI Sulteng, Khairul Rozeki, dalam kegiatan Capacity Building Media Mitra di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (3/8/2026).

β€œModus pemalsuan uang terus berkembang. Sekarang, uang palsu bisa tampak menyala karena menggunakan tinta tertentu, sehingga masyarakat bisa terkecoh jika hanya mengandalkan UV,” tegas Khairul.

Ia menegaskan, cara tersebut tidak lagi cukup untuk memastikan keaslian uang. Bank Indonesia menemukan kasus di mana uang palsu dibuat menggunakan tinta stabilo agar terlihat memendar saat terkena sinar UV.

Padahal, uang Rupiah asli memiliki ciri pengaman yang jauh lebih kompleks dan presisi. Di antaranya, pendaran pada angka nominal, tanda tangan pejabat Bank Indonesia, hingga peta Indonesia yang hanya muncul dengan karakteristik tertentu.

Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti dan tidak hanya fokus pada satu ciri. Edukasi ini merupakan bagian dari kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang terus digencarkan BI.

Selain itu, BI juga mengingatkan pentingnya merawat uang melalui prinsip 5J: jangan dibasahi, jangan dicoret, jangan distapler, jangan dilipat sembarangan, dan jangan diremas.

Untuk penukaran uang tidak layak edar, masyarakat dapat mengakses layanan di KPwBI Sulteng setiap Selasa dan Kamis melalui pendaftaran aplikasi PINTAR. Kuota layanan dibatasi 15 orang per hari.(*)

π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

LAINNYA