Survei PSI Terus Naik, Ahmad Ali: Mereka Mulai Memperhitungkan Kami DONGGALA β Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyebut elektabilitas partainya terus menunjukkan tren positif hingga mulai melampaui perolehan sejumlah partai besar dalam survei.
Menurut Ahmad Ali, peningkatan elektabilitas tersebut menjadi salah satu alasan munculnya kembali isu-isu miring yang dikaitkan dengan dirinya. Ia menduga isu lama sengaja diangkat kembali oleh pihak tertentu untuk melemahkan PSI dan tokoh-tokoh utamanya.
“Hari ini survei kita sudah melampaui banyak partai-partai besar. Survei PSI sudah melampaui angka yang pernah diraih PSI sebelumnya,” ujar Ahmad Ali saat membuka Rakorda DPD PSI Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2026) sore.
Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir kembali muncul pemberitaan di sejumlah daerah yang menyebut rumahnya pernah digeledah dan adanya penyitaan uang.

Padahal, kata Ahmad Ali, informasi tersebut merupakan peristiwa yang terjadi satu atau dua tahun lalu dan bukan kejadian baru.
“Makanya tidak heran akhir-akhir ini muncul di media-media seluruh daerah bahwa rumah Ahmad Ali digeledah dan ada penyitaan uang. Padahal, itu cerita satu atau dua tahun lalu. Tapi kemudian diangkat lagi, sengaja diangkat kembali,” katanya.
Ahmad Ali menilai pengulangan isu tersebut menunjukkan adanya pihak yang mulai memperhitungkan keberadaan PSI sekaligus sejumlah tokoh yang dianggap memiliki pengaruh besar di partai tersebut.
“Seolah baru kemarin rumah saya digeledah oleh KPK, padahal itu adalah cerita lama. Artinya apa? Mereka memperhitungkan. Salah satu yang diperhitungkan di PSI ini adalah Ahmad Ali dan Pak Jokowi,” ungkap tokoh nasional asal Sulawesi Tengah itu.
Ia juga menegaskan, proses pemeriksaan maupun penggeledahan oleh aparat penegak hukum tidak serta-merta membuktikan seseorang bersalah.
“Karena tidak semua orang yang pernah digeledah atau pernah diperiksa, kemudian otomatis dinyatakan bersalah. Itu tidak otomatis,” tegasnya.
Ahmad Ali menduga ada upaya sistematis untuk melemahkan PSI dengan menyasar tokoh-tokoh utama partai. Ia menyebut dirinya dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai dua figur yang saat ini menjadi sasaran.
“Kalau dua tokoh ini kemudian dikriminalisasi, maka dapat melemahkan partai ini secara rasional,” ujarnya.
Meski demikian, Ahmad Ali memastikan dirinya tidak akan mundur menghadapi berbagai isu yang berkembang. Ia bahkan meminta masyarakat Sulawesi Tengah untuk tidak khawatir terhadap dirinya.
“Tapi insyaallah, percayalah masyarakat Sulawesi Tengah, saya tidak akan pernah mempermalukan kalian karena kasus-kasus seperti itu. Saya bukan seorang penjahat, apalagi pencuri,” katanya.
Ahmad Ali menuturkan, hingga kini dirinya masih dapat berdiri di hadapan kader PSI dan terus menjalankan agenda konsolidasi partai.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader PSI untuk bekerja bersama dan merebut kembali kemenangan yang pernah diraih partai tersebut.
“Saya yakin, kalau kita bersama-sama bergandengan tangan dan melakukan konsolidasi membangun partai ini, kita menjadi pemenang,” kata Ahmad Ali, memompa semangat kader PSI dalam Rakorda.
Ia menargetkan PSI mampu masuk dalam jajaran partai besar pada Pemilu 2029. Bahkan, Ahmad Ali optimistis PSI dapat bersaing untuk menempati posisi tiga atau empat besar.
Ahmad Ali pun menyatakan kesiapannya mempertaruhkan nama dan reputasinya untuk membawa PSI meraih kemenangan, termasuk di Sulawesi Tengah.(*)