Foto: Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur SIGI,- Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda Desa Kamarora, Kabupaten Sigi, anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PKS, Nurhalis Nur, turut terjun langsung membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang rusak, Sabtu (20/6/2026).
Kehadiran Nurhalis di lokasi bukan sekadar menjalankan tugas sosial sebagai kader partai, tetapi juga dilandasi pengalaman pribadi sebagai penyintas bencana gempa dan likuefaksi Sulawesi Tengah tahun 2018. Bersama sejumlah relawan, ia terlihat bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan di sekitar permukiman warga.
Menurut Nurhalis, membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan telah menjadi bagian dari nilai kemanusiaan yang selama ini dipegangnya. Ia mengaku tidak bisa tinggal diam ketika melihat warga membutuhkan bantuan, terlebih saat menghadapi situasi bencana.
“Insya Allah ini sudah menjadi kebiasaan kami. Kami tidak tahan melihat ada yang kesusahan. Bahkan sebelumnya kami juga pernah ikut membantu korban banjir di Aceh,” ujar Nurhalis.
Ia menegaskan, budaya turun langsung membantu masyarakat telah menjadi bagian dari semangat pengabdian yang dijalankan kader PKS. Selain menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan, sandang, maupun dukungan hunian sementara, para kader juga berupaya memberikan bantuan tenaga di lapangan.
“Setiap orang punya cara masing-masing untuk membantu. Ada yang bisa membantu dengan materi, sementara kami yang memiliki tenaga berusaha menyumbangkan tenaga untuk meringankan beban saudara-saudara yang terdampak,” katanya.
Nurhalis yang merupakan warga Kota Palu saat ini juga menjabat sebagai pengurus Bidang Pemenangan Pemilu DPD PKS Kota Palu. Di kalangan kader dan simpatisan partai, ia dikenal dengan sapaan Ustadz Nurhalis.
Pengalaman pahit saat bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018 menjadi salah satu alasan kuat yang mendorongnya aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Dalam tragedi tersebut, salah seorang anaknya menjadi korban likuefaksi di kawasan Balaroa, Kota Palu, dan hingga kini belum ditemukan.
Meski masih menyimpan duka mendalam, Nurhalis mengaku berusaha menjadikan musibah tersebut sebagai penguat untuk terus membantu sesama yang sedang menghadapi cobaan.
“Insya Allah anak kami menjadi penjemput kami di pintu surga. Semoga Allah mengumpulkannya bersama anak-anak surga dan Nabi Ibrahim AS di bawah rindangnya pohon surga,” tuturnya.
Aksi gotong royong yang dilakukan Nurhalis bersama para relawan mendapat apresiasi dari warga setempat. Kehadiran mereka dinilai memberikan semangat dan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.(*)