
SIGI,- Ancaman Sungai Palu terhadap permukiman warga dan persoalan tapal batas wilayah menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses anggota DPR RI, Longki Djanggola, di Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Kamis (15/10/2026). Masyarakat mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait untuk menangani persoalan tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sibalaya Utara itu, Ketua Satria Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan Lapatta, turut mendampingi Longki Djanggola menyerap aspirasi masyarakat. Pertemuan tersebut dihadiri ratusan warga serta sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan setempat.
Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Nursiah Syamsu, Kepala Desa Sibalaya Utara, Ketua MUI dan Ansor Kecamatan Tanambulava, para kepala dusun, pimpinan majelis, serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Salah satu aspirasi yang paling mendesak disampaikan warga berkaitan dengan kondisi Sungai Palu di wilayah Desa Sibalaya Barat. Warga menilai kondisi sungai berpotensi mengancam permukiman sehingga normalisasi dan penguatan tebing sungai perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Masyarakat berharap penanganan tidak hanya sebatas pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan langkah teknis yang terukur oleh instansi berwenang demi melindungi keselamatan warga dan fasilitas publik di sekitar aliran sungai.
Selain persoalan sungai, warga juga menyoroti penyelesaian tapal batas wilayah di Kabupaten Sigi. Persoalan tersebut disebut telah dibahas dalam pertemuan di tingkat kecamatan, sementara dokumen terkait telah berada di Pemerintah Kabupaten Sigi.
Warga berharap adanya koordinasi dan tindak lanjut yang jelas agar persoalan tapal batas tersebut segera memperoleh kepastian dan tidak terus berlarut-larut.
Mohamad Irwan Lapatta menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat, khususnya persoalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan permukiman dan kepastian batas wilayah.
βHarapan kami, aspirasi masyarakat Tanambulava ini bisa mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Terutama normalisasi Sungai Palu yang sudah mengancam permukiman warga, sehingga penanganannya tidak boleh diabaikan,β ujar Irwan.
Sementara itu, Longki Djanggola menyerap berbagai masukan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tugas reses anggota DPR RI. Aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan tindak lanjut melalui koordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan kewenangannya.
Rangkaian aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar persoalan mendasar di wilayah Tanambulava mendapat penanganan nyata. Normalisasi Sungai Palu, penguatan tebing, serta penyelesaian tapal batas menjadi sejumlah hal yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memperkuat koordinasi serta menetapkan langkah penanganan yang jelas, sehingga ancaman terhadap permukiman warga dapat diantisipasi dan persoalan tapal batas memperoleh kepastian penyelesaian.(*)
