x

Leher Terlilit Kabel Melintang, Dua Warga Jadi Korban Kecelakaan di Jalan Tanggul Selatan Palu

waktu baca 4 menit
Rabu, 12 Agu 2026 05:19 81 ๐—œ๐—ก๐—œ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

PALU,- Dua warga Kota Palu menjadi korban kecelakaan setelah terlilit kabel internet yang diduga melintang di badan Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Senin (10/8/2026) sore.

Salah satu korban, Fatir (15), mengalami luka serius pada bagian leher setelah kabel tersebut tersangkut saat dirinya melintas menggunakan sepeda motor. Insiden ini kembali menyoroti persoalan kabel jaringan internet yang dinilai belum tertata dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Korban lainnya, Fahry (25), juga ikut mengalami kecelakaan dalam peristiwa tersebut.

Orang tua korban, Dimas (36), mengaku geram dengan kondisi kabel yang menurutnya semrawut dan kerap berada pada posisi membahayakan pengguna jalan.

Ia mengatakan, anaknya saat itu sedang melintas menggunakan sepeda motor ketika tiba-tiba kabel tersangkut di bagian leher.

โ€œAnakku jadi korban kabel melintang di jalan. Fatir lewat naik motor, ada kabel nyangkut di lehernya, dia langsung lompat dari motor. Itu bahaya sekali,โ€ kata Dimas kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Dimas, persoalan kabel semrawut di kawasan tersebut bukan kali pertama dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kabel yang dipasang tidak tertata dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

โ€œYang jelas itu kabel internet, bukan kabel listrik. Kabel melintang begitu tidak hanya sekali. Sudah beberapa kali juga banyak orang di sini mengeluh dan membuat laporan,โ€ ujarnya.

Dimas meminta pihak penyedia layanan internet tidak hanya memperhatikan pembangunan jaringan, tetapi juga memastikan seluruh kabel yang dipasang berada pada posisi aman dan tidak mengganggu ruang lalu lintas masyarakat.

Ia menilai, pemasangan jaringan seharusnya dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, terlebih kabel yang melintang di badan jalan dapat menjadi perangkap bagi pengendara.

โ€œSemoga ini menjadi perhatian provider siapa pun itu. Fasilitas seperti itu seharusnya tidak menjadi bahaya bagi banyak orang kalau dikerjakan dengan rapi,โ€ katanya.

Ia juga berharap pemerintah di tingkat kelurahan lebih selektif dalam memberikan izin pemasangan jaringan internet, sekaligus memastikan provider bertanggung jawab terhadap keamanan instalasi setelah jaringan terpasang.

Sementara itu, pihak PLN Palu yang ditemui terkait keberadaan kabel tersebut menyatakan kabel yang dimaksud bukan merupakan jaringan milik PLN.

Menurut sumber PLN yang enggan disebutkan namanya, karakteristik kabel tersebut tidak seperti kabel jaringan listrik PLN.

โ€œKabelnya kecil. Mungkin itu kabel Telkom, XL atau MyRepublic. Yang jelas bukan milik PLN,โ€ ujarnya.

Pernyataan tersebut membuat kepemilikan kabel yang melintang di lokasi kejadian masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Lurah Birobuli Utara, Rini Suwarni, mengatakan pihak kelurahan akan meminta klarifikasi kepada provider terkait untuk memastikan pemilik kabel yang diduga menyebabkan kecelakaan tersebut.

Rini menjelaskan, pemasangan jaringan internet milik MyRepublic di wilayah Birobuli Utara sebelumnya telah memperoleh izin dari pihak kelurahan.

Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah kabel yang melintang di Jalan Tanggul Selatan dan menyebabkan warga menjadi korban merupakan bagian dari jaringan milik MyRepublic.

โ€œSaya mau tanya ke provider MyRepublic apakah ini kabel miliknya. Kalau itu milik MyRepublic, pihaknya akan kami tegur untuk lebih hati-hati lagi karena sudah memakan korban,โ€ ujar Rini.

Menurutnya, klarifikasi penting dilakukan agar tidak terjadi kesimpulan sepihak mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kabel tersebut.

Apabila nantinya terbukti kabel tersebut merupakan jaringan milik MyRepublic, pihak kelurahan akan meminta provider melakukan penataan dan memastikan seluruh jaringan tidak membahayakan masyarakat.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses internet, tetapi juga harus memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban ruang publik.

Kabel yang berada di atas jalur lalu lintas dengan posisi terlalu rendah, kendur, atau bahkan melintang di badan jalan dapat menimbulkan risiko serius bagi pengendara.

Terlebih, pengendara sepeda motor memiliki posisi yang relatif rentan apabila berhadapan dengan kabel yang sulit terlihat dari jarak dekat.

Kasus yang dialami Fahry dan Fatir di Jalan Tanggul Selatan kini mendorong perlunya penelusuran lebih lanjut mengenai pemilik kabel, prosedur pemasangan, hingga pengawasan terhadap jaringan telekomunikasi yang telah terpasang.

Pemerintah kelurahan bersama pihak provider diharapkan segera memastikan kondisi kabel di lokasi tersebut aman sehingga tidak kembali menimbulkan korban.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar soal kabel yang terlihat semrawut, melainkan menyangkut keselamatan pengguna jalan dan tanggung jawab pengelola jaringan terhadap fasilitas yang mereka pasang di ruang publik.(*)

๐—œ๐—ก๐—œ๐—ฃ๐—”๐—Ÿ๐—จ

LAINNYA
x