x

Gaji Tak Bisa Ditarik, Pekerja IMIP Keluhkan Gangguan Layanan Bank Sulteng

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Nov 2026 13:03 69 π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

MOROWALI,- Kesulitan mengakses gaji sendiri menjadi keluhan sejumlah pekerja di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Kabupaten Morowali. Meski gaji telah masuk ke rekening, mereka justru harus menghadapi antrean panjang di Bank Sulteng karena layanan penarikan tunai dan transaksi perbankan belum berjalan normal.

Situasi ini membuat pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan rutin, mulai dari membayar biaya indekos hingga angsuran kendaraan. Antrean nasabah di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Sulteng Bahodopi, Desa Keurea, dilaporkan membludak selama tiga hari berturut-turut, sejak 1 hingga 3 November 2026.

Keluhan para nasabah juga ramai diperbincangkan di media sosial. Selain kesulitan menarik gaji, para pekerja mengaku tidak dapat melakukan sejumlah transaksi perbankan, termasuk transfer antarbank. Layanan pembayaran menggunakan QRIS turut dilaporkan bermasalah, sedangkan fasilitas pengisian saldo atau top up melalui mobile banking belum sepenuhnya berjalan normal.

Salah seorang nasabah, Mimang, mengatakan antrean di kantor bank masih cukup panjang karena tidak semua nasabah memiliki fasilitas mobile banking. Sementara itu, nasabah yang sudah menggunakan layanan tersebut juga masih menghadapi kendala transaksi.

β€œMasih lumayan banyak antrean, karena beberapa nasabah tidak ada m-banking. Ada yang punya m-banking, tapi tidak bisa top up. M-banking sampai sekarang belum bisa transaksi antarbank, cuma bisa top up, tapi beberapa juga tidak bisa top up,” ungkap Mimang, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, keterbatasan layanan digital membuat nasabah terpaksa mendatangi kantor bank untuk memenuhi kebutuhan transaksi. Akibatnya, antrean penarikan tunai melalui ATM maupun pelayanan teller masih terjadi.

β€œMasih antre orang untuk tarik tunai langsung di ATM dan di teller,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan seorang pekerja di kawasan IMIP Bahodopi. Ia mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean demi mencairkan gaji yang masuk melalui rekening Bank Sulteng.

β€œMau tidak mau harus antre panjang, karena gaji masuk di rekening Bank Sulteng,” ungkapnya kepada KabarSulteng.id, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, gangguan transaksi tersebut menjadi persoalan serius bagi pekerja, terutama pada awal bulan ketika berbagai kebutuhan rutin harus segera dibayarkan. Kesulitan menarik gaji membuat mereka terkendala memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar biaya indekos.

β€œKalau gaji sudah masuk, susah untuk ditarik, karena tidak bisa transaksi antarbank, apalagi di awal bulan pas gaji masuk. Semua transaksi melalui m-banking Bank Sulteng tidak bisa. Sementara kita butuh bayar kos dan kebutuhan yang lain,” keluhnya.

Pekerja tersebut juga menyebut gangguan layanan bukan hanya terjadi pada awal November. Ia mengaku telah merasakan kendala transaksi sejak akhir September 2026.

Ia berharap pihak Bank Sulteng segera menyelesaikan persoalan tersebut, mengingat pekerja di kawasan IMIP berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya Sulawesi Tengah.

Menurutnya, gangguan semakin menyulitkan pekerja yang sedang menjalani cuti di luar daerah. Keterbatasan akses ATM Bank Sulteng di luar Sulawesi Tengah, ditambah kendala transaksi antarbank dan ATM Bersama, membuat mereka kesulitan mengakses gaji.

β€œHarapannya gangguan ini secepatnya bisa diatasi dari pihak bank, mengingat karyawan IMIP bukan hanya warga Sulawesi Tengah, ada juga dari provinsi lain. Yang susah itu pada saat mereka sedang cuti, karena di luar Sulawesi Tengah tidak ada ATM Bank Sulteng, sementara transaksi antarbank atau ATM bersama tidak bisa,” ujarnya.

Dampak gangguan tersebut juga dirasakan pekerja lainnya, Ikra. Ia mengaku mengalami keterlambatan membayar angsuran sepeda motor karena gaji yang telah masuk ke rekening tidak dapat dicairkan.

β€œLambat bayar motor karena gaji masuk tapi tidak bisa ditarik,” keluh Ikra.

Sementara itu, Humas Bank Sulteng, Abdu Borman, belum memberikan penjelasan spesifik mengenai penyebab gangguan layanan transaksi di KCP Bahodopi maupun langkah penanganan atas keluhan para pekerja tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Abdu hanya menyampaikan bahwa manajemen Bank Sulteng telah menggelar konferensi pers pada Senin (26/10/2026).

β€œManajemen Bank Sulteng telah mengadakan konferensi pers,” tulisnya melalui WhatsApp.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan dan kepastian normalisasi layanan transaksi Bank Sulteng di Bahodopi. ***

π—œπ—‘π—œπ—£π—”π—Ÿπ—¨

LAINNYA
x