PSI Peduli Hadir untuk Penyintas Gempa Lembantongoa, Trauma Healing dan 2.000 Paket Bantuan Disiapkan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 10:41 87 inipalu

SIGI,– Keceriaan anak-anak penyintas gempa kembali terlihat di Lapangan Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, saat relawan PSI Peduli menggelar kegiatan trauma healing, Sabtu (20/6/2026). Selain membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascagempa magnitudo 6,7, DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah juga menyiapkan 2.000 paket bantuan kemanusiaan serta membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

DPW PSI Sulawesi Tengah membuka posko bantuan tanggap bencana di Desa Lembantongoa setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (17/6/2026). Rombongan PSI Peduli yang dipimpin langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr Agus Lamakarate, tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 17.00 Wita.

Setibanya di lokasi, tim relawan tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan logistik, tetapi juga langsung menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas. Berbagai permainan, nyanyian, dan interaksi edukatif dilakukan untuk membantu mengurangi rasa takut serta kecemasan yang masih dirasakan anak-anak pascagempa.

Suasana yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran perlahan berubah menjadi lebih hangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan dan menerima bingkisan dari relawan PSI Peduli.

Menurut Agus Lamakarate, pemulihan kondisi psikologis korban bencana, khususnya anak-anak, merupakan bagian penting dalam proses penanganan pascabencana.

“Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Melalui kegiatan bermain dan interaksi yang menyenangkan, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta perlahan melupakan ketakutan yang muncul setelah bencana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis memiliki peran yang sama pentingnya dengan bantuan logistik. Karena itu, PSI Peduli berupaya menghadirkan dukungan yang menyentuh kebutuhan fisik sekaligus mental para penyintas.

Selain kegiatan trauma healing, PSI Peduli juga menyiapkan sebanyak 2.000 paket bantuan yang akan disalurkan kepada warga Desa Lembantongoa yang tersebar di lima dusun. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Untuk mendukung kebutuhan pangan warga, PSI Peduli turut membuka dapur umum di lokasi pengungsian. Dapur umum tersebut menyediakan makanan bagi warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian maupun masyarakat yang terdampak langsung oleh gempa.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Adi Kabarani Repadjori, mengatakan relawan PSI Peduli akan tetap berada di lokasi selama masa tanggap darurat guna mendampingi masyarakat.

“Tim PSI Peduli akan menginap di Lapangan Lembantongoa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan warga, membantu kebutuhan mereka, sekaligus memberikan dukungan moril agar para penyintas tetap kuat dan optimistis menghadapi situasi ini,” katanya.

Menurut Adi, kehadiran relawan bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasakan dukungan dan kepedulian di tengah masa sulit akibat bencana.

“Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat tetap kuat, saling mendukung, dan yakin bahwa kondisi akan segera pulih,” tambahnya.

Kegiatan trauma healing, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pembukaan dapur umum menjadi bagian dari upaya PSI Peduli dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat Lembantongoa. Melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan fisik dan psikologis penyintas, diharapkan warga dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang pascagempa.(*)

LAINNYA