x

Karangan Bunga Sindiran di Bank Sulteng, Persoalan Privat Mendadak Jadi Konsumsi Publik

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 08:11 152 𝗜𝗡𝗜𝗣𝗔𝗟𝗨

PALU,- Persoalan yang semula berada di ranah privat tiba-tiba berubah menjadi tontonan publik. Sebuah karangan bunga dengan pesan tajam terkait dugaan hubungan asmara dipasang di kawasan Kantor PT Bank Sulteng, Jumat (4/9/2026), dan kemudian menjadi perbincangan setelah fotonya menyebar di media sosial.

Karangan bunga tersebut memuat tulisan, “Turut Berdukacita Hilangnya Harga Diri Pelakor.” Pada bagian bawahnya tercantum kalimat “Dari ISTRI SAH.”

Pesan tersebut sontak mengundang perhatian lantaran menggunakan istilah yang secara langsung menyasar dugaan keterlibatan seorang perempuan dalam hubungan dengan pria yang telah berstatus sebagai suami orang.

Informasi yang beredar menyebutkan, karangan bunga itu diduga dikirim oleh seorang istri sah dan ditujukan kepada seorang perempuan berinisial PPA, yang disebut-sebut merupakan pegawai di lingkungan Bank Sulteng.

PPA diduga menjadi pihak ketiga dalam persoalan rumah tangga tersebut. Ia disebut memiliki hubungan dengan seorang pria yang telah berstatus sebagai suami orang.

Dalam informasi yang beredar, pria tersebut diduga merupakan anggota Polri yang berdinas di lingkungan Polda Sulawesi Tengah (Polda Sulteng). Dugaan hubungan tersebut disebut kemudian diketahui oleh istri sah hingga persoalan itu berujung pada pemasangan karangan bunga di ruang publik.

Namun demikian, informasi mengenai dugaan hubungan tersebut belum mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak yang namanya disebut. Karena itu, seluruh informasi terkait dugaan hubungan tersebut masih sebatas keterangan dan informasi yang beredar.

Yang membuat persoalan ini semakin menjadi sorotan adalah cara penyampaiannya. Persoalan yang diduga bermula dari hubungan personal justru disampaikan melalui sebuah karangan bunga yang ditempatkan di lokasi yang dapat dilihat masyarakat.

Sementara itu, pihak Bank Sulteng memilih tidak memberikan komentar mengenai substansi persoalan yang diduga melibatkan individu tertentu.

Humas Bank Sulteng, Abdu Borman, mengatakan pihaknya tidak ingin mencampuri persoalan yang bersifat personal.

“Masalah personal itu, Pak. Kami pihak Bank Sulteng no comment,” kata Abdu saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Abdu mengatakan pihak bank dapat mengambil peran sebagai mediator apabila diperlukan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Yang kami bisa lakukan hanya memediasi kedua pihak agar masalah ini bisa diselesaikan secara damai,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari perempuan berinisial PPA maupun pria yang disebut dalam informasi tersebut mengenai dugaan hubungan yang menjadi latar belakang munculnya karangan bunga.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena memperlihatkan bagaimana persoalan yang bersifat privat dapat dengan cepat bergeser menjadi konsumsi publik ketika disampaikan melalui ruang terbuka dan media sosial.(*)

𝗜𝗡𝗜𝗣𝗔𝗟𝗨

𝗣𝗢𝗗𝗖𝗔𝗦𝗧🎙️𝗣𝗔𝗟𝗨

LAINNYA
x