Eks Direktur RSUD Undata Sebut Wartawan “Bodoh”

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 05:12 47 inipalu

PALU,- Mantan Direktur RSUD Undata Palu, drg. Herry Mulyadi, diduga melontarkan kata tidak pantas kepada seorang jurnalis saat dimintai konfirmasi terkait kebijakan internal rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi usai pelantikan Direktur RSUD Undata yang baru, dr. Jumriani, pada Senin (4/5/2026) di Aula RSUD Undata Palu. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk drg. Herry Mulyadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah.

Wartawan Global Sulteng, Rian Afdal, mengungkapkan bahwa dirinya awalnya hadir untuk meliput acara pelantikan. Ia sempat meminta izin kepada drg. Herry untuk melakukan wawancara.

“Saya sudah sampaikan ingin wawancara, tapi beliau menanyakan topiknya. Saat itu saya masih harus mewawancarai Wakil Gubernur, jadi saya dahulukan,” ujar Rian.

Usai mewawancarai Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, Rian kembali mencoba menemui drg. Herry di area parkir. Ia bermaksud mengonfirmasi pedoman teknis pembagian jasa pelayanan tenaga kesehatan yang diterbitkan saat drg. Herry masih menjabat sebagai Direktur RSUD Undata.

Menurut Rian, awal percakapan berlangsung normal. Namun, drg. Herry menyarankan agar isu tersebut tidak lagi dipersoalkan dan mengarahkan agar pertanyaan ditujukan kepada direktur yang baru.

“Beliau menyampaikan agar hal itu tidak ditanyakan lagi dan menyebut tidak ada masalah. Saya juga diarahkan untuk menanyakan ke pihak keuangan,” kata Rian.

Situasi kemudian berubah ketika Rian mencoba menggali lebih jauh. Ia mengaku mendapat respons dengan nada tinggi dan penyebutan kata yang dianggap tidak pantas.

“Beliau mengatakan, ‘cari yang berkualitas, jangan itu kau tanya,’ disertai kata yang tidak pantas,” ungkapnya.

Rian mengaku tetap menahan diri dan mencoba meminta penjelasan atas pernyataan tersebut. Namun, respons yang diterima dinilai masih bernada serupa. Dalam momen itu, turut hadir mantan Wakil Direktur Undata, dr. Natsir. Rian juga mengaku sempat mendapat pernyataan bernada tekanan terkait sikapnya sebagai jurnalis.

Ia menegaskan bahwa upaya konfirmasi tersebut dilakukan berdasarkan informasi dan keluhan dari sejumlah tenaga kesehatan terkait pembagian jasa pelayanan yang dinilai belum proporsional. Selain itu, ia juga ingin mengklarifikasi dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam tim perumus kebijakan tersebut.

“Karena sebelumnya cukup sulit menemui yang bersangkutan, saya manfaatkan momen pelantikan untuk konfirmasi langsung,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, drg. Herry Mulyadi menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina atau merendahkan jurnalis yang bersangkutan.

“Saya sama sekali tidak bermaksud mengatakan “bodoh” dalam konteks merendahkan atau menganggap tidak pintar. Itu hanya spontanitas dalam berbicara sehari-hari yang tidak dimaksudkan untuk menyakiti,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah mencoba meluruskan maksud ucapannya saat kejadian berlangsung, serta mengimbau agar penggunaan diksi dalam komunikasi tetap dijaga.

“Kecuali jika saya secara langsung mengatakan ‘kamu bodoh’, tentu itu berbeda. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekhilafan dalam bertutur. Insyaallah ke depan saya akan lebih berhati-hati,” tambahnya.(*)

LAINNYA