May Day 2026 Sulteng Nambaso Perkuat Sinergi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 06:37 21 inipalu

PALU,- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Sulawesi Tengah berlangsung meriah sekaligus menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah daerah, yang dipusatkan di kompleks Milenium Water Park, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas sektor di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu.

Ketua Panitia May Day 2026 yang juga Ketua Aliansi Buruh Tadulako Sulawesi Tengah, Abd Wahyudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan program 9 Berani Nambaso, termasuk mendorong lahirnya program Berani Buruh.

“Kegiatan hari ini terlaksana atas dukungan Gubernur Sulawesi Tengah dan berbagai pihak, termasuk APINDO Sulteng,” ujarnya.

Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut didukung oleh tujuh organisasi buruh.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Menurutnya, pengusaha wajib memenuhi hak pekerja, sementara buruh juga dituntut bekerja secara profesional.

“Jika buruh, pemerintah, dan pengusaha bersinergi, saya yakin kita bisa menghadapi berbagai persoalan bersama-sama,” katanya.

Wijaya juga menilai kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Wakil Gubernur Reny Lamadjido, serta unsur Forkopimda sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap buruh.

Selain itu, program Berani Nambaso dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Berani Cerdas.

“Generasi muda yang akan menjadi angkatan kerja dapat meningkatkan kompetensinya melalui program Berani Cerdas,” ujarnya.

Ketua K-SBSI, Hendri Hutabarat, turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan penuh dalam pelaksanaan May Day 2026.

Ia menyebut, bahkan Gubernur meminta sejumlah kepala OPD untuk hadir bersama merayakan Hari Buruh sebagai bentuk perhatian terhadap pekerja.

“Semoga koordinasi antara buruh, pemerintah provinsi, dan pengusaha terus terjalin dalam menyelesaikan setiap persoalan buruh,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada buruh yang telah mendukung perjalanan politiknya.

Ia menyampaikan bahwa saat menjabat sebagai Bupati Morowali, dirinya telah merealisasikan janji membuka lapangan kerja melalui masuknya investasi.

“Janji saya membuka lapangan kerja di Morowali telah saya tunaikan saat menjadi bupati,” ujarnya.

Anwar menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 300 ribu pekerja industri di Sulawesi Tengah yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Melalui Hari Buruh ini saya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin keselamatan, kesejahteraan, dan kesehatan buruh,” tegasnya.

Ia juga membuka ruang dialog bagi buruh untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Tahun depan kita buat Hari Buruh lebih besar lagi dan dihadiri ribuan buruh. Silakan berdialog dan sampaikan rekomendasi-rekomendasi buruh,” pungkasnya.(*)

LAINNYA