PARIMO,– Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan packing house PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini turut diramaikan dengan agenda “Berani Makan Durian 1 Ton” yang melibatkan masyarakat setempat.
Gubernur hadir bersama Ketua TP PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, Ketua DPRD Parimo Alfres Masboy Tonggiroh, Kapolres Parimo AKBP Dr. Hendrawan, serta jajaran kepala OPD Pemprov Sulteng.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan investasi. Menurutnya, investasi akan membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Ia menyebut kehadiran packing house ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas durian. Dengan fasilitas tersebut, hasil panen petani dapat melalui proses sortir, pengemasan, dan standarisasi sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Jika petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan packing house, kualitas terjaga dan pasar lebih jelas,” jelasnya.
Gubernur juga menyoroti peluang besar pasar ekspor durian, khususnya ke China, yang permintaannya terus meningkat. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
“Jangan hanya mengejar kuantitas. Kualitas harus dijaga sejak bibit, perawatan, hingga panen dan pengemasan,” tegasnya.
Selain peluang, ia juga mengingatkan adanya tantangan berupa keterbatasan pasokan durian untuk memenuhi kebutuhan industri. Karena itu, ia meminta dinas terkait segera menghitung kebutuhan dan produksi untuk meningkatkan hasil panen.
“Kita sudah punya fasilitas, tetapi produksi harus dikejar. Jangan sampai industri siap, bahan bakunya justru kurang,” katanya.
Anwar Hafid juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung investasi, termasuk membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan. Menurutnya, pemerintah harus hadir sebagai solusi, bukan penghambat.
“Kalau masyarakat tenang, bekerja, dan memiliki penghasilan, maka daerah akan aman dan berkembang,” ujarnya.
Melalui peresmian ini, diharapkan sektor durian di Sulawesi Tengah semakin berkembang, mampu menembus pasar ekspor, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di Parigi Moutong dan sekitarnya.(*)
















